Menkeu Akan Cegah Perlambatan Belanja Pemerintah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belanja pemerintah akan diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini berkaca dari belanja pemerintah yang mulai menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025.
“Konsumsi pemerintah tumbuh 5,49% sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah pada kuartal III-2025 yang tumbuh tinggi dan akan terus diakselerasi pada kuartal-IV 2025,” kata Purbaya saat rapat kerja di Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Purbaya mengakui belanja pemerintah lambat pada kuartal I dan II-2025. Pada kuartal I-2025, belanja pemerintah terkontraksi 1,37% secara tahunan. Sementara itu, belanja pada kuartal II-2025 minus 0,55% secara tahunan.
“Jadi di dua triwulan pertama tahun ini pemerintah belanjanya lambat sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi kita,” kata dia.
Purbaya berjanji akan memperbaiki pola belanja pemerintah ke depan. “Kita akan cegah belanja yang terlambat dari pemerintah sehingga dorongan ekonominya akan tetap kuat,” ujar dia.
Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga menyumbang pertumbuhan PDB sebeasr 4,89%. Selain itu, investasi tumbuh 5,04% menggambarkan optimisme pelaku usaha. Ekspor meningkat kuat, namun tumbuh rendah.
Baca Juga
DBS Ungkap Belanja Pemerintah Harus Ditingkatkan Demi Ekonomi RI Tumbuh 5% di Tahun 2025
Realisasi konsumsi, kata Purbaya, menunjukkan penjualan retail tetap melanjutkan tren positif. Belanja masyarakat terus menguat terutama terhadap barang tahan lama. Di sektor riil, penjualan motor tumbuh 8,4% secara tahunan. Purbaya optimistis penjualan mobil akan mulai tumbuh positif bulan mendatang.
“Sementara (penjualan) mobil menunjukkan perbaikan, masih negatif 4%. Tapi, negatifnya sudah berkurang amat signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” kata dia.
Dari sisi produksi, ekspansi sektor manufaktur mulai terlihat. PMI manufaktur berada di level 51,2 pada Oktober 2025. Angka ini mengindikasikan peningkatan output dan permintaan baru.
Selain itu, Purbaya memaparkan bahwa masyarakat optimis melihat kondisi ekonomi ke depan. Ekspektasi ini terlihat dalam Indeks Ekspektasi Ekonomi yang naik ke 133,4.
“Secara keseluruhan, tingginya optimisme dan produksi ekspansi menjadi pondasi kokoh pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar dia.

