5.626 Kasus Keracunan, MBG Jangan Jadi Ancaman Kesehatan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani menyoroti 5.626 kasus keracunan di 16 provinsi akibat makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi komprehensif agar tujuan awal program ini, yakni meningkatkan gizi anak sekolah, dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Netty menegaskan, kasus keracunan makanan tidak bisa dianggap sepele karena telah menyebabkan ribuan siswa jatuh sakit, bahkan ada yang mengalami kerusakan kesehatan jangka panjang.
“Kasus-kasus yang terjadi di lapangan, misalnya keracunan makanan, harus menjadi bahan perhatian dan evaluasi komprehensif agar program MBG yang baik dan mulia tujuannya ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi anak-anak kita,” kata Netty dalam keterangan resminya, Senin (26/9/2025).
Baca Juga
Buntut Rentetan Keracunan MBG, SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Menurut laporan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), sejak awal pelaksanaan MBG hingga saat ini tercatat 5.626 kasus keracunan di 16 provinsi, dengan Jawa Barat mencatat angka tertinggi mencapai 2.051 kasus. Netty menilai angka tersebut cukup besar sehingga perlu langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa.
Netty menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan di seluruh tahapan program MBG, mulai pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi di sekolah. “Prosedur keamanan dan higienitas harus menjadi prioritas, agar setiap anak mendapat jaminan makanan yang sehat dan aman,” tegasnya.
Ia mendorong koordinasi lebih erat antara Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Pendidikan, dan pemerintah daerah untuk melakukan investigasi cepat dan memperbaiki sistem pengawasan. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar penyebab kasus dapat diidentifikasi dan dicegah agar tidak terulang di wilayah lain.
Baca Juga
Seskab Teddy Ungkap Prabowo Sudah Beri Arahan Detail soal Perbaikan MBG
Selain itu, Netty mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dan sekolah dalam mengawasi kualitas makanan yang disediakan. “Keterbukaan informasi kepada masyarakat akan menumbuhkan rasa percaya dan partisipasi dalam menjaga keberlangsungan program ini,” katanya.
Meski kritis, Netty mendukung kelanjutan program MBG dengan perbaikan menyeluruh. Ia mengajak semua pihak menjadikan insiden ini sebagai momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan MBG sehingga benar-benar menjadi instrumen peningkatan gizi dan kesehatan anak.

