Lanjutkan Penurunan, Rupiah Jebol Rp 16.700 per US$ Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah lanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata Uang Garuda terpantau melemah -70 poin atau terdepresiasi -0,42% menjadi Rp 16.755 per US$ pada Kamis (25/9/2025) pukul 10.17 WIB, berdasarkan data Bloomberg.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andri Asmoro menyatakan rupiah sempat melemah -0,07% pada sesi akhir Rabu (24/9/2025) ke Rp 16.676 per US$. Melihat kondisi saat ini, rupiah cenderung bergerak di level batas atas Rp 16.722 per US$. “Pandangan kami, USD/IDR hari ini bergerak di kisaran Rp 16.645-Rp 16.722 per US$” kata Andry, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Tipis dari Rekor Tertinggi, Waktunya Borong?
Andry menjelaskan pelemahan rupiah pada Rabu, terjadi seiring naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS, US Treasury 10 Tahun yang naik 3 basis poin (bps) menjadi 4,14%. “Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik setelah sebelumnya turun hampir 5 bps pada sesi sebelumnya, seiring pelaku pasar menimbang prospek kebijakan moneter,” kata dia.
Ini terjadi karena Ketua The Fed Jerome Powell tidak memberikan banyak sinyal baru terkait arah suku bunga acuan, khususnya apakah pemangkasan suku bunga berikutnya terjadi pada Oktober.
Baca Juga
Prabowo Akhiri Lawatan di Kanada, Perkuat Kemitraan Lewat ICA-CEPA
Pasar masih meyakini the Fed akan kembali memangkas suku bunganya, Fed Fund Rate (FFR), sebesar 25 bps. Perkiraan pasar, 94% the Fed akan memangkas FFR pada pertemuan berikutnya. Sementara, peluang sebesar 77% pemangkasan akan terjadi pada Desember 2025.

