DPR Setujui Besaran Anggaran Kementerian Pertahanan di Tahun 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- DPR RI menyetujui besaran rencana anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Tahun 2026. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan usai menggelar rapat kerja dengan Komisi I DPR, Senin (1/9/2025).
"Alhamdulillah dari DPR telah menyetujui rencana anggaran kita di tahun 2026," kata Donny dia Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.
Dalam RAPBN tahun anggaran 2026, Pagu Anggaran Kementerian Pertahanan direncanakan sebesar Rp185 Triliun. Jumlah tersebut turun sebesar Rp62 Triliun dari outlook 2024 sebesar Rp247,5 Triliun.
Donny mengatakan Kementerian Pertahanan mendapatkan anggaran yang cukup pada tahun 2026 ini. Melalui anggaran yang ada menurutnya negara dapat meningkatkan kemampuan pertahanan, membangun kekuatan, serta meningkatkan jumlah alat peralatan pertahanan. Namun Donny tak menampik bahwa pihaknya masih membutuhkan tambahan anggaran untuk optimalisasi kegiatan-kegiatan, ataupun pembangunan-pembangunan sesuai dengan sasaran yang telah rencanakan.
"Seperti tadi disampaikan bahwa inti dari pembangunan pertahanan ini adalah kita adalah defense supporting economy, jadi kita juga peralatan pertahanan kita ini juga untuk menjamin stabilitas keamanan negara ini, dan tentunya untuk menjamin terlaksananya pembangunan ekonomi, yang akhirnya adalah untuk kemajuan bangsa, untuk kemakmuran rakyat," ucapnya.
Sementara itu Ketua Komisi I DPR Utut Adiyanto mengatakan pembahasan anggaran ini didasarkan pada Nota Keuangan yang disampaikan pada 15 Agustus 2025 lalu. Utut menyebut rapat tersebut secara spesifik mengupas alokasi anggaran untuk berbagai unit organisasi, termasuk Kementerian Pertahanan (Kemhan), Markas Besar (Mabes) TNI, serta masing-masing angkatan, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Selain itu, rencana belanja dari setiap instansi tersebut juga menjadi fokus utama dalam pembahasan.
"Tadi Komisi I kita semua sepakat bahwa kita harus jaga betul persatuan dan kesatuan," ujar Utut.

