BI Guyur Rp 33,7 Triliun Buat Bank yang Rajin Beri Modal Ekonomi Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen terhadap pengembangan sektor ekonomi dan keuangan hijau di Tanah Air. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkap sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh bank sentral untuk mendukung pembiayaan ekonomi dan keuangan hijau.
Menurut Destry, langkah pertama yang dilakukan oleh BI adalah melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Ia menyebut BI memberikan relaksasi uang muka hingga 0% untuk aktivitas perbankan yang terkait dengan sektor ekonomi dan keuangan hijau.
Selain itu, BI juga telah menyalurkan KLM sebesar Rp 33,7 triliun per 1 Juli 2025 kepada perbankan yang rajin membiayai sektor hijau seperti perumahan dan kendaraan listrik.
"Belum lama ini saya baca laporan Bank Mandiri, katanya sedang membiayai suatu kompleks perumahan hijau. Saya rasa itu menarik sekali sehingga tentu bank tersebut berhak mendapatkan insentif likuiditas makroprudensial," kata Destry dalam rangkaian agenda Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga
Bank Mandiri Kuasai 30% Pangsa Pasar Pembiayaan Hijau di Indonesia
Destry melanjutkan, BI juga melakukan langkah seperti pendampingan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hijau. Melalui langkah ini, BI melakukan pelayanan seperti pengembangan model bisnis dan fasilitasi pembiayaan usaha.
"Kita punya beberapa UMKM (binaan) dan apalagi kita sekarang di acara KKI ini juga banyak sekali UMKM. Kita mencoba untuk melakukan business matching, kita mulai dengan UMKM yang jumlahnya ada sekitar 3.000-an UMKM, kita lihat mana yang layak mendapatkan pembiayaan," jelas Destry.
Kemudian tidak ketinggalan, Destry mengungkap BI juga melakukan intervensi moneter dengan memperkuat pasar keuangan hijau.
"Bank Indonesia secara konsisten terus membeli surat berharga hijau, baik itu untuk operasi moneter kami, ataupun untuk bagian dari cadangan devisa kami. Itu kami lakukan," tutur dia.

