Esok, 7 Agustus 2025 akan Jadi Hari yang Berat buat Rupiah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah akan melemah imbas menghadapi tekanan yang diberikan oleh dolar Amerika Serikat (AS). Ia memprediksi kurs rupiah akan bergerak melemah pada perdagangan Kamis (7/8/2025) esok hari.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.360 - Rp 16.420 per dolar AS," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025).
Ibrahim Assuaibi mengungkap sejumlah sentimen yang datang dari fundamental ekonomi AS. Ia mengatakan data pada hari Selasa menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) dari Institute for Supply Management (ISM) turun menjadi 50,1 pada bulan Juli, di bawah perkiraan 51,5, menandai hampir terhentinya aktivitas jasa dan memperburuk kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.
Hal ini terjadi setelah laporan penggajian AS yang lemah pada hari Jumat, yang menunjukkan lebih sedikit penambahan lapangan kerja baru dan revisi yang meluas, mendorong tingkat pengangguran menjadi 4,2%.
"Peluang penurunan suku bunga The Fed untuk bulan September naik menjadi 87% pada hari Rabu," lanjut dia.
Menurut Ibrahim, pelaku pasar juga menunggu keputusan Presiden Donald Trump tentang penunjukan pejabat di The Fed untuk kejelasan lebih lanjut tentang prospek kebijakan bank sentral. Gubernur Adriana Kugler akan mengundurkan diri pada 8 Agustus, membuka kursi dewan direksi.
Baca Juga
Secara terpisah, Trump mengatakan telah mempersempit daftar calon potensial untuk menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell menjadi empat nama. Ia mengecualikan Menteri Keuangan Scott Bessent dari daftar calon, termasuk Kevin Hassett dan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh.
Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa kembali mengancam tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang India atas pembelian minyak Rusia oleh negara itu selama 24 jam ke depan. Trump juga mengatakan penurunan harga energi dapat menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan perang di Ukraina.
New Delhi menyebut ancaman Trump "tidak beralasan" dan berjanji untuk melindungi kepentingan ekonominya, yang memperdalam keretakan perdagangan antara kedua negara. Tarif AS yang lebih tinggi akan semakin menekan perekonomian India, dan dapat memicu pelonggaran moneter lebih lanjut di negara tersebut.
Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah menguat 9 poin (0,05%) ke level Rp 16.379 per dolar AS. Jisdor mencatat kurs rupiah melanjutkan penguatan setelah pada Selasa (5/8/2025) kemarin menguat di posisi Rp 16.388 per dolar AS.
Bloomberg juga merilis kurs rupiah bergerak menguat signifikan 28 poin (0,17%) ke level Rp 16.361 per dolar AS.

