Pembahasan Perjanjian Perdagangan Rampung, Indonesia dan Uni Eropa Tandatangani I-EU CEPA September
Poin Penting
|
BRUSSEL, Investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau I-EU CEPA akan diteken atau ditandatangani pada September 2025 mendatang.
"Rencananya tentu ini bisa segera ditandatangani dalam waktu bulan September. Kemudian diratifikasi paling lama ya secepat, sesegera mungkin," kata Rosan saat memberikan keterangan pers di Four Seasons George V Hotel, Paris, Prancis, Minggu (13/7/2025).
Rosan menjelaskan bahwa nilai perdagangan Indonesia ke Uni Eropa dapat meningkat dari US$ 30 miliar menjadi US$ 60 miliar setelah perjanjian I-EU CEPA diimplementasikan.
Baca Juga
RI Siap Perkuat Kemitraan di Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan dengan Uni Eropa
Menurut Rosan, kemitraan baru ini menjadi pasar yang besar karena menggabungkan populasi kedua kawasan dengan populasi lebih dari 700 juta jiwa. "Ini sesuatu hal yang sangatpositif, karena kita dengar bersama baik trade for investment dengan negara-negara Eropa itu sangat-sangat signifikan," kata Rosan.
Setelah mendampingi pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa, Rosan juga mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan selanjutnya di Paris, Prancis.
Rosan merinci sejumlah agenda terjadwal di Paris, yakni pertemuan antarpengusaha dan mitra dari Prancis maupun Inggris, yang diselenggarakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.
Baca Juga
Disetujui MBS, Kampung Haji Indonesia Hanya 400 Meter dari Masjidil Haram
Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa mencapai US$ 30,1 miliar pada 2024 dengan nilai ekspor dari Indonesia mencapai US$ 17,5 miliar.
Adapun dalam pertemuan di Markas Komisi Eropa, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan perundingan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa (EU) rampung dibahas setelah dua pihak bernegosiasi selama kurang lebih 10 tahun.
"Hari ini kami berhasil membuat terobosan, setelah berunding selama 10 tahun, kami merampungkan perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA), yang pada intinya merupakan perjanjian pasar bebas. Kami telah menyepakati banyak, banyak perjanjian, yang pada intinya kami akan saling mengakomodasi kepentingan ekonomi satu sama lain, dan kami menemukan kepentingan-kepentingan itu saling menguntungkan satu sama lain," kata Presiden Prabowo.

