Menteri PPN: Reindustrialisasi Adalah 'Game Changer'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menjelaskan Indonesia memerlukan reindustrialisasi. Sebab, reindustrialisasi akan menjadi bagian penting untuk mengubah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Reindustrialisasi adalah game changer. Game changer untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena kita ingin lepas dari middle income trap,” ucap Rachmat, di Outlook Industrialisasi Indonesia yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang digelar di ICE BSD, Banten, Sabtu (5/7/2025).
Meski demikian, Rachmat menyadari upaya mendorong reindustrialisasi ini bukan pekerjaan mudah. Sebab, kontribusi sektor industri manufaktur ke pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di bawah 20%.
“Kita ingin kembali di atas 20% seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, terutama sebelum mengalami krisis moneter,” kata dia.
Menurut Rachmat, proses reindustrilisasi perlu dilakukan karena terjadi pergeseran lapangan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan tinggi menjadi pendapatan rendah. Kondisi ini memunculkan tenaga kerja yang umumnya tidak terdidik dan tidak terampil.
Baca Juga
HUT ke-73 PII, Ilham Habibie Tekankan Peran Penting Insinyur dalam Reindustrialisasi Nasional
Rachmat sepakat dengan upaya untuk memacu pertumbuhan komparatif di suatu sektor yang belum banyak dilirik negara lain. Dari titik inilah, sosok insinyur dapat berperan penting.
“Nah saya ingin menantang Ibu dan Bapak sekalian, industri apa yang kuat yang membuat kita benar-benar kuat dan unggul di antara bangsa-bangsa di dunia,” kata dia.
Rachmat menyatakan insinyur dan berbagai keilmuan perlu berkolaborasi membangun ekosistem komoditas bernilai tambah. Dia menyontohkan pemaksimalan nilai tambah dari padi dan beras.
“Value added apa yang berasal dari padi dan beras? Kita paling tinggi cuma nasi goreng. Tapi kalau di Korea, bisa jadi seperti sake. Sake mungkin haram, tapi kalau diproses ada hal-hal yang lebih tinggi,” jelas dia.
Selain itu, ada manfaat lain dari tanaman padi yaitu jeraminya. Jerami dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi arang, sementara sekam dapat menjadi karbon. Dia menyebut proses riset dan pengembangan sekam dapat menjadi graphene.
Senyawa graphene ini dapat dimanfaatkan untuk industri elektronik, energi, dan material semikonduktor. Ini karena senyawa graphene memiliki daya hantar listrik.
“Nah kalau itu jadi organic graphene berapa harganya? Dan kalau itu diproses melalui teknologi nano, bagaimana hasilnya? Ini saya ingin IPB, ITB, dan kawan-kawan lainnya bergabung,” jelas dia.

