Intip Profil dan Kekayaan Ricky Gozali, Deputi Gubernur BI Terpilih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui rapat internal menetapkan Ricky Perdana Gozali sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2025-2030. Adapun Ricky nantinya akan menggantikan posisi Doni Primanto Joewono, yang masa baktinya akan berakhir pada 11 Agustus 2025 mendatang.
Ricky ditetapkan sebagai deputi gubernur BI terpilih setelah menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test pada Selasa (1/7/2025) lalu bersama Komisi XI DPR. Selain Ricky, nama lain yang turut mengikuti proses fit and proper test adalah Dicky Kartikoyono yang kini menjabat sebagai kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
Baik Ricky dan Dicky sebelumnya merupakan dua nama usulan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi kursi deputi gubernur BI periode 2025-2030. Usulan itu tertuang dalam surat presiden (surpres) nomor 22/Pres/05/2025.
Baca Juga
Terinspirasi 'The Avengers', Ricky Gozali Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI 2025-2030
Dalam pemaparan visinya saat menjalani fit and proper test, Ricky sempat menarik perhatian Komisi XI DPR lantaran menyinggung cerita pada film The Avengers. Ia blak-blakan menyebut film itu sebagai inspirasi dalam menyusun visi dan misi untuk maju sebagai calon deputi gubernur BI.
Secara umum Ricky mendorong adanya penguatan terhadap 46 kantor perwakilan BI yang tersebar di lima wilayah koordinator, 29 provinsi dan 12 kabupaten/kota untuk menciptakan ekonomi yang berdaya tahan guna mendukung visi asta cita pemerintahan Prabowo.
Setelah ditetapkan oleh Komisi XI, Ricky masih harus menunggu persetujuan parlemen pada rapat paripurna DPR. Sampai artikel ini diterbitkan, baik Ricky maupun Komisi XI masih menunggu jadwal penyelenggaraan rapat paripurna. Lantas siapa sosok Ricky Gozali?
Profil Ricky Perdana Gozali
Ricky diketahui menyelesaikan studi S1 pada jurusan Manajemen di Universitas Pancasila tahun 1992. Ia mendapatkan gelar master dari jurusan Manajemen di Universitas Indonesia tahun 2011. Ia telah berkarir di BI kurang lebih selama 30 tahun.
Ia mengawali karir sebagai staf Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah pada 1995-1998. Kemudian berturut-turut menempati posisi sebagai staf dealer junior Departemen Pengelolaan Devisa BI pada 1998-2002 dan manajer dealer Departemen pengelolaan Devisa BI 2002-2004. Setelah itu ia ditunjuk sebagai koordinator dealer Kantor Perwakilan BI New York selama tahun 2004-2008.
Alumnus Universitas Pancasila ini kemudian menjabat sebagai asisten direktur, kepala Divisi Pasar Uang dan Modal-Yayasan Kesejahteraan karyawan BI (2008-2010). Kemudian ia menjabat sebagai asisten direktur Pengelola Portofolio Madya Divisi Manajemen Investasi (2011-2012), deputi direktur Pengelola Portofolio Senior Divisi Manajemen Investasi (2012-2013).
Tidak sampai disitu, kemudian ia menempati posisi menjadi deputi direktur Kepala Divisi Manajemen Valuta Asing BI (2013-2014), kemudian deputi direktur, kepala Divisi Analisa Pasar Internasional (2014-2018). Lalu ia menjabat sebagai wakil direktur, kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo pada 2018-2019, direktur dan kepala Grup Hubungan Internasional BI pada 2019-2021 serta direktur dan kepala Grup Kebijakan Hubungan Internasional BI tahun 2021-2022.
Ricky kemudian didapuk sebagai direktur senior dan kepala Perwakilan Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Timur tahun 2022-2023. Lalu ia menjabat sebagai direktur senior dan kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan pada Juli 2023 hingga Mei 2025. Terbaru, ia menduduki jabatan kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta yang efektif berlaku per 1 Juni 2025.
Baca Juga
Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ricky Gozali Bawa Visi dari Film Avengers
Punya Harta Rp 6,29 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) yang diterbitkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ricky tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 6,29 miliar per Desember 2023 saat menjabat kepala Kantor Perwakilan BI Sumatera Selatan.
Untuk diuraikan, aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 6,1 miliar, termasuk properti di Semarang senilai Rp 2,5 miliar, Jakarta Selatan senilai Rp 600 juta, serta di Bekasi senilai Rp 3 miliar. Kemudian ia juga memiliki kendaraan senilai Rp 1,16 miliar dan harta bergerak lain sebesar Rp 587,5 juta.
Catatan e-LHKPN Ricky juga menyebut ia memiliki utang utang sebesar Rp 1,67 miliar.

