Sri Mulyani Sebut Kondisi Ekonomi 2024 Menantang dan Tidak Mudah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa tahun 2024 ditandai dengan kondisi ekonomi nasional yang menantang dan tidak mudah. Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024-2025 dengan agenda penyampaian Keterangan Pemerintah terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2024.
"Terutama berasal dari tekanan perekonomian global yang meningkat tajam di berbagai wilayah dunia," kata Sri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Konflik antara Rusia dan Ukraina sejak 2022 dan konflik di Timur Tengah turut mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri. Menkeu menambahkan, konflik militer fisik di sekitar Laut Merah juga memperburuk ancaman rantai pasok global.
"Aktivitas pelayaran global melalui Terusan Suez sempat menurun 50% pada paruh pertama 2024," ucapnya.
Selain itu, langkah Amerika Serikat menaikan tarif impor atas produk Tiongkok pada Mei 2024 menyebabkan sejumlah bahan mineral kritis, baja, aluminium, dan panel surya mengalami kenaikan. Sri mengungkapkan pada tahun 2024 juga terdapat fenomena Super Election Years, termasuk Indonesia.
"Pemilu di tahun 2024 dilaksanakan oleh lebih dari 70 negara, termasuk oleh negara yang tengah terlibat konflik. Hal ini berdampak pada peningkatan risiko ketidakpastian dan mengganggu stabilitas ekonomi, tekanan pasar keuangan, perlambatan investasi, dan gangguan rantai pasok global," ungkapnya.
Kemudian tantangan akibat munculnya El-Nino berlanjut di tahun 2024. Menkeu mengungkapkan Harga beras di tahun 2024 mengalami lonjakan. Sejumlah negara seperti India dan Rusia juga membatasi ekspor pangan.
"El Nino telah meningkatkan tekanan inflasi pangan. Inflasi volatile food menyentuh 10,3% YoY dan hal itu mendorong headline inflation YoY pada bulan Maret 2024," ujarnya.

