Rupiah Rebound usai Trump Klaim Iran-Israel Sepakat Gencatan Senjata
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rebound atau balik menguat pada perdagangan Selasa (24/6/2025) pagi. Data Bloomberg, per 09.15 WIB kurs rupiah menguat tajam 106 poin (0,65%) ke level Rp 16.385 per dolar AS.
Penguatan tersebut sejalan dengan rebound indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih dari 112 poin (1,64%) menjadi 6.902 hingga pukul 10.40 WIB.
Sedangkan yield US Treasury 10 Tahun juga turun 2,76 basis poin (bps) menjadi 4,35% (-22,2 bps ytd) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan jadwal gencatan senjata antara Israel dan Iran, menyebut konflik tersebut sebagai "Perang 12 Hari".
Baca Juga
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, berita tersebut membantu menenangkan kegelisahan investor setelah eskalasi akhir pekan di mana AS menyerang situs nuklir Iran, yang secara efektif bergabung dengan konflik Israel dengan Teheran.
"Respons Iran—serangan terbatas terhadap pangkalan AS di Qatar—tidak menimbulkan korban, membantu membalikkan lonjakan harga minyak dan menekan saham energi," tulis Andry dalam keterangannya, Selasa (24/6/2025).
Trump menyiratkan bahwa gencatan senjata akan dimulai pada Senin malam, dengan Iran menghentikan serangannya terlebih dahulu, diikuti oleh Israel dalam beberapa jam mendatang. Jika kedua belah pihak menjaga perdamaian, perang akan resmi berakhir setelah 24 jam, mengakhiri konflik selama 12 hari.
Baca Juga
Pasar Asia Menguat Setelah Trump Klaim Gencatan Senjata Israel-Iran
"Sementara itu, Gubernur Fed Bowman mengisyaratkan bahwa ia dapat mendukung penurunan suku bunga pada bulan Juli jika inflasi terus mendingin, memperkuat pernyataan dovish yang dibuat oleh Gubernur Waller Jumat lalu," ujarnya.
Sebagai tanggapan, pasar meningkatkan taruhan pada pelonggaran moneter, sekarang memperkirakan sekitar 50 bps penurunan suku bunga pada akhir tahun.
Investor juga mencermati dengan saksama kesaksian setengah tahunan Ketua Fed Powell yang akan datang di hadapan Kongres untuk panduan tambahan tentang arah kebijakan Fed.

