Ekonomi Melambat QtQ, Survei BI Tunjukkan Keyakinan Konsumen Solid
JAKARTA, investortrust.id - Survei konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga, di tengah ekonomi Indonesia melambat pada kuartal I-2025 dibanding triwulan sebelumnya (qtq). Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April yang berada pada level optimistis sebesar 121,7, lebih tinggi dibandingkan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 121,1.
"Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Jumat (09/05/2025).
Baca Juga
Ramdan Denny menuturkan, IKE tercatat sebesar 113,7 pada April 2025, lebih tinggi dibandingkan indeks bulan sebelumnya sebesar 110,6. Sementara itu, IEK tetap berada pada level optimistis sebesar 129,8, meski lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 131,7.
Pasar Keuangan Domestik Cenderung Membaik
Sebelumnya di kesempatan terpisah, BI memberikan respons usai laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statustik (BPS) yang sepanjang kuartal I-2025 yang melambat di angka 4,87%. Secara qtq juga terkontraksi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), meski produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 4,87% secara tahunan (year-on-year/yoy), namun mengalami penurunan sebesar 0,98% dibandingkan kuartal sebelumnya. Level pertumbuhan ini juga di bawah asumsi APBN 5,2% tahun 2025
Sebelumnya Kepala Departemen Pengelolaan Moneter & Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, saat ini, pasar keuangan domestik cenderung membaik dengan adanya tren capital inflow ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal ini, katanya, menandakan adanya kepercayaan dari investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Baca Juga
Rupiah 'Ketar-Ketir' Lagi, Dolar AS Naik Gara-gara Trump Bikin 'Deal' Baru dengan Inggris
Menurut Erwin, catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 4,87% pada kuartal I-2025 terbilang cukup tinggi bagi para investor. Namun, ia juga menyebut pertumbuhan tersebut masih berada di bawah konsensus pelaku pasar.
"Rilis GDP (PDB) kemarin kuartal I memang kelihatan di bawah konsensus pelaku pasar, di mana konsensus pelaku pasar kita ada di 4,92%, tapi kejadiannya di 4,87%. Namun, 4,87% still high enough bagi investor," katanya saat menghadiri taklimat media di kantor BI, Thamrin, Jakarta, Rabu (07/05/2025).

