BI Ingin Tambah Likuiditas di Pasar, Berencana Kurangi Outstanding SRBI
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) berencana mengurangi outstanding atau nilai dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang tahun ini. Langkah BI ini untuk menjaga likuiditas rupiah sistem perekonomian Indonesia.
Dalam taklimat media, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea mengatakan outstanding SRBI berada di level Rp 881,86 triliun per 21 April 2025. Angka ini di bawah posisi SRBI per 16 Desember 2024 yang sebesar Rp 940,67 triliun.
“BI mendorong ekspansi likuiditas secara konsisten dan terukur, kita terus berupaya menurunkan outstanding-nya,” kata Erwin, Rabu (7/5/2025).
Sebagai instrumen moneter BI untuk menarik aliran modal asing, SRBI yang dimiliki asing sebesar Rp 209,9 triliun per 21 April 2025. Angka ini turun jika disandingkan dengan data kepemilikan asing terhadap SRBI pada 16 Desember 2024 yang sebesar Rp 233,85 triliun.
Baca Juga
Bayar Utang dan Perkuat Rupiah, Cadangan Devisa RI Melorot Jadi US$ 152,5 Miliar
Sepanjang transaksi Januari hingga 30 April 2025, BI mencatat investor asing menjual neto sebesar Rp 49,56 triliun di pasar saham dan Rp 49,56 triliun di SRBI. Investor asing juga terpantau membeli neto sebesar Rp 23,01 triliun di pasar SBN.
Melihat kondisi ini, Erwin masih optimis dengan perekonomian Indonesia. Ini muncul karena BI melihat aliran modal asing ke dalam negeri masih terjadi, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi.
Meski, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadinya pelemahan pertumbuhan ekonomi di bawah konsensus pelaku pasar pada kuartal I-2025.
“Konsensus pelaku pasar kita ada di 4,92%, kejadiannya 4,87%, still high enough ya bagi investor,” jelas dia.

