AS Melambungkan Tarif Impor Cina 145%, Rupiah Lanjut Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus melambungkan tarif impor Cina menjadi total 145%, meski terhadap banyak negara lain menunda pemberlakukan tarif resiprositas selama 90 hari untuk negosiasi. Seiring perkembangan tersebut, rupiah pada Jumat pagi ini melanjutkan penguatan.
Kurs rupiah dibuka menguat tipis dalam pembukaan perdagangan valas di pasar spot Jumat (11/04/2025), berdasarkan data Yahoo Finance. Nilai tukar mata uang Garuda menguat 16 poin (0,09%) ke level Rp 16.779 per dolar AS. Penundaan pemberlakuan tarif impor resiprositas oleh Presiden Trump mendorong rupiah, yang hari sebelumnya sudah berbalik ditutup menguat ke level Rp 16.795 per dolar AS.
"Pengumuman tarif yang lebih tinggi oleh Amerika Serikat atas impor Cina itu memicu kembali kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan perdagangan. Ini juga memicu potensi risiko resesi (AS)," ujar Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Jumat (11/04/2025).
Baca Juga
Pasar Saham Terpuruk
Di pasar saham, lanjut dia, eskalasi perang dagang AS-Cina membalikkan reli pemulihan besar-besaran yang terlihat sehari sebelumnya di bursa saham Wall Street. Reli hari sebelumnya terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan sementara tarif resiprositas untuk banyak negara, di luar Cina.
"Pasar (saham) bergejolak ketika Trump lebih lanjut mengonfirmasi tarif atas barang-barang Tiongkok akan dinaikkan menjadi total 145%, sementara Gedung Putih menyatakan bahwa bea masuk umum sebesar 10% atas hampir semua impor AS akan tetap berlaku. Perkembangan ini menghapus sentimen positif sebelumnya yang didorong oleh inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, yang naik 2,4% tahun ke tahun pada Maret 2025, turun dari 2,8% yang tercatat pada Februari 2025," papar Andry.
Ekonom Bank Mandiri itu memprediksi kurs rupiah terhadap dolar AS pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.765 - Rp16.896 per dolar AS.

