BI Harus Intervensi Jaga Rupiah dan Indonesia Terapkan Tarif Sama ke AS
JAKARTA, investortrust.id - Analis Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah Indonesia harus melakukan perlawanan dengan menerapkan bea impor 32% terhadap produk Amerika Serikat, sama dengan tarif impor baru yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap produk RI. Trump telah mengumumkan tarif resiprositas besar-besaran pada 2 April waktu setempat, yang melambungkan bea masuk Amerika dan memicu perang dagang global.
"Pemerintah RI juga harus menggelontorkan stimulus untuk menanggulangi dampak dari perang dagang. Selain itu, Bank Indonesia harus tetap di pasar melakukan intervensi," kata Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis 3 April 2025.
Baca Juga
Pemerintah RI juga harus sigap mencari pasar baru, terutama dengan memanfaatkan keanggotaan dalam BRICS, yang merupakan kerja sama antarpemerintah negara berkembang yang diinisiasi Brasil, Rusia, India, Cina, dan South Africa. Ini supaya ekspor Indonesia ke Amerika yang selama ini surplus dialihkan ke negara-negara BRICS.
"Untuk Bank Indonesia harus tetap di pasar melakukan intervensi di perdagangan DNDF (Domestic Non Deliverable Forward), terutama valuta asing dan obligasi. Tujuannya adalah untuk menstabilkan mata uang rupiah," tuturnya.
Kebijakan itu harus dilakukan oleh pemerintah dan BI, lanjut Ibrahim, sehingga walaupun Amerika melakukan perang dagang terhadap Indonesia, RI sudah siap melakukan perlawanan balik.
Rupiah Bisa Rp 17.000/USD
Ibrahim memperkirakan, perang dagang ini membuat mata uang rupiah kembali melemah dan kemungkinan besar dalam pembukaan pasar minggu depan bergerak ke level Rp 16.900 per dolar AS. Bahkan, kemungkinan besar akan 'pecah telur' di Rp 17.000 per dolar AS, sehingga kita harus berhati-hati.
"Kemudian, indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI juga kemungkinan besar akan mengalami penurunan ya 2-3% dalam perdagangan di hari Selasa (setelah libur panjang Lebaran). Kenapa? Karena dampak perang dagang ini cukup luar biasa, apalagi Indonesia sudah masuk dalam daftar penaikan bea impor dari Amerika," ucapnya.

