Haedar: Takwa Melahirkan Kehidupan Baik bagi Bangsa
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan khotbah dalam salat Idulfitri 1446H di Lapangan Trimulyo Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (31/3/2025). Ia mengatakan, apabila setiap muslim yang berpuasa di bulan Ramadan benar-benar mempraktikkan sikap takwa dalam kehidupan sehari-hari, maka akan terwujud kehidupan yang lebih baik dan utama dalam ranah pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.
"Kehidupan yang dilandasi takwa akan melahirkan teladan terbaik atau uswah hasanah, mengikuti jejak nabi. Ini sekaligus menebar rahmat bagi alam semesta," kata Haedar.
Haedar mengatakan, ketakwaan dalam kehidupan keluarga akan melahirkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Ia mengimbau agar antaranggota keluarga satu sama lain saling menyayangi, menghormati, menjaga, memuliakan, dan saling menyambung silaturahmi yang baik.
"Suami dan istri saling menyayangi dan bertanggung jawab dengan penuh kemuliaan. Anak-anak terdidik dengan baik sehingga menjadi insan saleh yang berbakti kepada orang tua (birrul walidain), serta menjadi qurrata ‘ayunin atau generasi permata hati," ujar Haedar.
Kemasyarakatan Berkeadaban Mulia
Ia berpesan agar setiap muslim semakin baik dalam hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan yang berkeadaban mulia, pascapuasa Ramadan dan Idulfitri. Ia juga berharap agar sesama warga dan elite bangsa dapat terjalin hubungan yang damai, toleran, rukun, dan bersaudara, meski berbeda agama, suku, ras, golongan, dan pandangan politik.
"Satu sama lain tercipta harmoni untuk saling peduli, berbagi, tolong menolong, toleransi, dan saling memajukan. Apalagi dalam kondisi kesulitan hidup yang memerlukan sikap saling peduli dan berbagi," ucapnya.
Haedar juga menuturkan bahwa fungsi puasa dan jiwa takwa dalam berinteraksi dengan sesama harus mampu mengembangkan etika dan keadaban yang luhur. Khususnya melalui media sosial, harus mengedepankan ujaran-ujaran dan tindakan yang ihsan guna menebar kebaikan, kedamaian, keselamatan, pengetahuan, dan keutamaan hidup. Ia juga mengimbau umat untuk menjauhi hal-hal dusta, hoaks, serta mengandung pesan pertengkaran, kebencian, permusuhan, dan keburukan.
Menurut Haedar, fungsi kerohanian yang lebih luas dari hasil puasa yaitu menjadi kekuatan untuk membangun negara menuju "baldatun thayyaibatun wa rabbun ghafur". "Kehidupan berbangsa dan bernegara akan terasa damai, adil, makmur, bermartabat, berdaulat, dan berkemajuan secara berkeadaban, karena dilandasi ketakwaan," tuturnya.
Ia menambahkan, pemimpin yang berakhlak mulia, adil, cerdas, dan mencintai rakyat dapat menunaikan amanat sebaik-baiknya.
Sebaliknya manusia ketika diberi sedikit kekuasaan di muka bumi seringkali lupa diri dan menyalahgunakan kekuasaannya sehingga menjadi sumber musibah dan fitnah.
"Padahal sebesar apapun kekuasaan manusia di dunia sungguh kecil di hadapan Allah," ungkapnya. (C-14)

