Bankir Sambut Positif Kebijakan DHE SDA, Harap Imbal Hasil Lebih Menarik
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menyambut positif kebijakan penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang berlaku efektif per 1 Maret 2025. Ia menilai kebijakan DHE SDA sebagai salah satu upaya memperdalam pasar finansial dan meningkatkan likuiditas valas di Indonesia.
Namun di satu sisi ia tidak menampik dengan diberlakukannya DHE SDA dapat menimbulkan adanya persaingan likuiditas hingga kemungkinan terjadinya crowding out.
"Potensi crowding out? Yes, possible. Tapi kita harus lihat itu secara menyeluruh, contohnya pada 25-28 Februari ada tiga kebijakan yang mirip, yaitu Danantara, DHE dan bullion bank. Itu tujuannya adalah untuk mendalamkan pasar finansial sehingga pembiayaan investasi nanti lebih banyak channel-nya," katanya ditemui usai menghadiri media literacy bersama Bank UOB di The St. Regis, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Ia menyebut secara spesifik kebijakan DHE SDA mengacu pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1954 pasal 33 yang mengamanatkan agar seluruh harta kekayaan negara diperuntukan untuk kesejahteraan warga Indonesia.
Baca Juga
BRI Dukung Regulasi Baru DHE SDA, Optimalkan Devisa Ekspor dan Perkuat Stabilitas Ekonomi
"Jadi memang DHE ini adalah kebijakan yang rightfully ours, apa yang harusnya menjadi milik kita," sebutnya.
Meski demikian alumnus National University of Singapore (NUS) itu mengungkap produk-produk imbal hasil yang ditawarkan oleh DHE saat ini masih kurang menarik. Terlebih apabila dibandingkan dengan produk-produk yang ditawarkan oleh instrumen investasi dari luar negeri.
"Saya sebenarnya berpikir produknya masih kurang, jadi imbal hasilnya ini masih bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Oleh karena itu ia berharap agar pemerintah melalui lembaga otoritatif seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat menghadirkan varian produk imbal hasil yang lebih menarik.
"Kalau kita menawarkan produk yang lebih cocok dengan profil resiko institusi, karena di luar sana banyak yang lebih menarik. Itu ranahnya semua pembuat kebijakan finansial. Jadi idenya itu (DHE) bagus, karena kita harus mendanai investasi," jelas dia.
Baca Juga
Lebih lanjut ia menekankan kebijakan DHE SDA diyakini memiliki dampak positif lantaran dapat menjadi instrumen untuk mendanai investasi di dalam negeri sehingga memungkinkan pemerintah untuk menekan angka implemental capital output ratio (ICOR) atau beban investasi.
"Untuk mempercepat pertumbuhan kita harus menurunkan ICOR dengan menaikkan investment to GDP, sehingga GDP kita bertumbuh. Itu kan butuh dana, butuh biaya," ungkapnya.
Tak hanya modal investasi, kebijakan DHE SDA juga disebut oleh Enrico dapat meningkatkan likuiditas valas yang beredar di Tanah Air.
"DHE ini salah satu untuk meningkatkan kondisi apa? Meningkatkan likuiditas valas di Indonesia. Karena selama ini kan memang nggak stay. Jadi makanya harus dibuat stay. Tapi tempat parkirnya bisa dipikirkan lebih variatif," paparnya.

