Bunga SRBI Turun, Rupiah Tembus Rp 16.500/USD, Asing Masuk SBN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks dolar Amerika Serikat yang kembali menguat menekan kurs rupiah tembus Rp 16.500 lebih per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Jumat (28/02/2025). Sementara itu, suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terus bergerak turun dan dana asing masuk Surat Berharga Negara (SBN).
Nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan signifikan dalam tiga hari perdagangan beruntun. Yahoo Finance mencatat, kurs uang mata Garuda terkoreksi 115 poin atau 0,70% ke Rp 16.559 per dolar AS pada Jumat hingga pukul 09.17 WIB. Secara year to date, rupiah sudah terdepresiasi 2,94% terhadap greenback.
"Sentimen negatif datang dari Core PCE (Personal consumption expenditures) Price Index bulanan AS yang diperkirakan mengalami kenaikan, dari sebelumnya 0,2% menjadi 0,3%. Personal Income bulanan AS diperkirakan menurun dari sebelumnya 0,4% menjadi 0,3%, sedangkan Personal Spending mom (month on month) AS diperkirakan menurun dari sebelumnya 0,7% menjadi 0,1%," kata pengamat pasar modal Reza Priyambada, Jakarta, Jumat (28/02/2025)
Baca JugaQatar Groundbreaking Apartemen Duren Kalibata, Eks Perumahan DPR
Direktur PT Reliance Sekuritas Tbk (RELI) ini juga memaparkan, harga minyak mentah meningkat. Sedangkan data jobless claims AS tercatat lebih tinggi dari estimasi.
Sementara itu, Yahoo Finance mencatat, indeks dolar AS menguat kembali sebesar 0,06 poin atau 0,05% ke 107,30. Namun, secara year to date, DXY ini masih terkoreksi 1,10%.
Bunga SRBI Turun
Di dalam negeri, Bank Indonesia tercatat terus menurunkan suku bunga SRBI ke level hingga 6,40% untuk tenor 12 bulan, pada 15 Februari 2025. Suku bunga SRBI sempat mencetak rekor ke 7,53% tanggal 28 Juni 2024, jauh melampaui yield SBN dengan tenor yang sama sebesar 6,64%.
Setelah berfluktuasi, suku bunga SRBI kembali mencapai puncak 7,53% tanggal 3 Juli 2024. Saat itu, imbal hasil SBN juga maih jauh di bawah yakni sebesar 6,71%.
Berikutnya, suku bunga SRBI trennya menurun, namun masih di atas yield SBN hingga akhir tahun lalu. Setelah memasuki tahun baru 2025, pada 24 Januari, suku bunga SRBI turun ke 6,84%, di bawah yield SBN yang 7,08%.
Suku bunga SRBI terus bergerak turun ke 6,57% pada 7 Februari 2025. Ini di bawah imbal hasil SBN yang masih lebih tinggi yakni 6,67%.
Asing Masuk SBN
Seiring dengan turunnya suku bunga SRBI, dana asing kembali mengalir masuk SBN, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). Pada rilis data terbaru DJPPR, pada transaksi Rabu (26/02/2025), asing mencatatkan pembelian neto Rp 1,76 triliun di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan.
Dengan demikian, non-resident secara month to date mencatatkan pembelian bersih Rp 11,53 triliun hingga Rabu. Sedangkan secara year to date mencapai Rp 16,18 triliun hingga Rabu.
Baca Juga
Harga Minyak Naik Lebih dari 2% Setelah Trump Cabut Lisensi Chevron di Venezuela
Kondisi berlawanan terjadi di bursa saham Indonesia. Asing tercatat masih beruntun keluar dari pasar saham domestik, dengan mencatatkan net sell Rp 1,88 triliun kemarin.
Aksi jual itu membuat asing menambah akumulasi penjualan bersih month to date menjadi Rp 15,28 triliun hingga kemarin. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 18,99 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, kemarin.

