Ekonom UNTAR Ungkap Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA, Investortrust.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan di kisaran 5% pada tahun 2024 seiring melemahnya harga komoditas dan mulai normalnya permintaan dalam negeri. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB UNTAR), Prof Sawidji Widoatmodjo menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang flat di Tanah Air terjadi karena Indonesia selalu bertumpu pada keunggulan komparatif yang diwariskan, berupa sumber daya alam (SDA).
“Dengan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan 5% per tahunnya akan sulit mewujudkan Indonesia Emas 2045. Jadi kuncinya yang pertama adalah wiraswastawan produsen sebagai pembaruan keunggulan komparatif tetapi syaratnya harus diproteksi dengan hak cipta artinya pemerintah tugasnya memberantas pembajakan. Kedua, perguruan tinggi yang harus memproduksi wiraswastawan dan inovator, dalam hal ini Universitas Tarumanagara yang mengklaim sebagai entrepreneurial university,” kata Sawidji di Auditorium Kampus I UNTAR, Jakarta Barat, Rabu (6/3/2024).
Dari sisi tantangan perekonomi Indonesia hari ini hingga di masa yang akan datang, Sawidji menekankan, harus segera diperbarui keunggulan Indonesia dari sisi produsen.
Baca Juga
Pakar Sebut Tren Pertumbuhan Ekonomi Bisa Ditingkatkan via Wiraswastawan Produsen
“Kita harus perbarui keunggulan komparatif itu. Jadi tidak bisa kita mengandalkan keunggulan komparatif yang sudah ada, harus diperbarui terus, itu akan menjadi keunggulan yang ‘long lasting’. Artinya sepanjang masa kita punya keunggulan. Kalau tidak ada pembaruan, Berapa lama sih (Indonesia) punya sumber daya alam? (pasti) habis kan, tapi kalau kita perbarui dengan memproduksi sektor-sektor di luar itu akan terus menerus (berkelanjutan),” ujarnya.
Sebagai informasi, pada Agustus 2023 ada sekitar 52 juta orang wiraswastawan pemula di Indonesia. Angka ini merupakan akumulasi dari 32,2 juta orang yang berusaha sendiri, dan 19,8 juta orang yang berusaha dengan dibantu buruh tak tetap atau buruh tak dibayar. Kemudian wirausaha mapan atau yang berpengalaman berjumlah sekitar 4,5 juta orang.
Secara kumulatif, wiraswastawan pemula dalam periode Februari 2013-Agustus 2023 jumlahnya sekitar 12,6 juta orang atau naik 3,8%. Sedangkan, wiraswastawan mapan jumlahnya 360,9 ribu orang atau naik 8,7%. (CR-3)

