Ekonom Berharap Danantara Terapkan Business Judgement Rule
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin berharap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menerapkan prinsip business judgement rule. Langkah menjadikan kerugian BUMN bukan kerugian negara akan memberikan fleksibilitas berinovasi dan "a level playing field" kepada Danantara atau BUMN, untuk menjadi sekelas Temasek, GIC, atau Khazanah versi Indonesia.
"Tetapi, dengan iklim usaha yang penuh ketidakpastian, korupsi yang merajalela, dan kentalnya politisasi BUMN di Indonesia, langkah tersebut membuka peluang bagi BUMN untuk di-abuse bagi kepentingan kelompok tertentu," ujar dia.
Membangun good corporate governance (GCG) terbaik, kata Wijayanto, adalah satu-satunya jalan untuk mengantisipasi ekosistem berusaha yang sangat buruk dan menghindari perilaku abusive tersebut. GCG harus ditingkatkan.
"Mekanisme GCG eksternal dan internal harus dimaksimalkan," ucap dia.
Wijayanto menjelaskan mekanisme eksternal dibangun dengan mengedepankan transparansi. Ini termasuk dalam pemilihan sosok-sosok kunci, penyusunan regulasi dan pengambilan keputusan strategis.
"Biarkan rakyat, media, dan civil society ikut mengawasi. Para 'tikus' suka kegelapan, maka ciptakan terang," kata dia.
"Biarkan rakyat, media, dan civil society ikut mengawasi. Para 'tikus' suka kegelapan, maka ciptakan terang," kata dia.
Sementara itu, mekanisme internal dibangun dengan memperkuat peran pengawas, komisaris, serta komite audit dan internal audit. Wijayanto berharap sosok pengawas merupakan orang-orang berlatar belakang profesional, berintegritas, dan nonpolitis.
"Mereka harus diposisikan sebagai partner setara, bukan sebagai pelengkap semata," kata dia.
Peran Merit System
Peran Merit System
Wijayanto Samirin juga mengingatkan pemerintah mengenai peran merit system di Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Merit system merupakan kebijakan menempatkan seseorang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerjanya.
"Merit system wajib diterapkan dalam memilih sosok terbaik untuk menjalankan organisasi," ujar Wijayanto kepada investortrust.id, Senin (24/2/2025).
Menurut Wijayanto, Danantara harus dimanfaatkan secara kredibel, profesional, dan berintegritas. Jika memungkinkan, Danantara seharusnya dapat merekrut ekspatriat terbaik.
"Rekrut expatriat terbaik untuk ikut memajukan Danantara atau BUMN. Koncoisme dan nepotisme, apalagi 'Timses-isme' haram diterapkan," ujar dia.

