Total Efisiensi Melebihi Perhitungan Presiden Prabowo Subianto?
JAKARTA, investortrust.id - Akun Instagram DPR, @dpr_ri, membagikan rekap hasil efisiensi anggaran pascarekonstruksi. Unggahan itu, menunjukkan efisiensi kementerian/lembaga (K/L) yang menjadi 13 mitra komisi di DPR.
Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD, efisiensi yang dilakukan ke K/L ditargetkan sebesar Rp 256,1 triliun. Tetapi, dalam sajian data yang diunggah akun Instagram DPR, total efisiensi pacsarekonstruksi tercatat sebesar Rp 280,2 triliun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memaparkan efisiensi anggaran melalui Inpres 1/2025 total dapat mencapai Rp 308 triliun. Selain efisiensi K/L, angka tersebut juga memperhitungkan efisiensi dari Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 50,59 triliun.
Tetapi, dari total tersebut, sebanyak Rp 58 triliun dikembalikan ke 17 K/L.
Dari anggaran yang dipaparkan akun tersebut, terdapat beberapa kementerian yang mengalami penghematan di atas 10 triliun.
1. Kementerian Pertanian (Kementan) dengan penghematan sebesar Rp 10,28 triliun.
2. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan penghematan sebesar Rp 81,38 triliun.
3. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan penghematan sebesar Rp 17,87 triliun.
4. Kementerian Agama (Kemenag) dengan penghematan sebesar Rp 12,32 triliun.
5. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan penghematan sebesar Rp 19,6 triliun.
6. Kemendikti Saintek dengan penghematan sebesar Rp 14,2 triliun.
Sebelumnya dikabarkan, Prabowo akan mengarahkan anggaran efisiensi dan pengelolaan dividen BUMN untuk mendanai berbagai proyek unggulannya. Selain itu, dana yang didapat juga akan dijadikan modal investasi ke BPI Danantara.
Baca Juga
Akui Efisiensi Sempat Timbulkan Masalah, Luhut: ‘It’s Okay!’
Berdasarkan hitungannya, Prabowo yakin pemerintah dapat memiliki Rp 750 triliun atau US$ 44 miliar. Dari angka ini, Prabowo mengatakan, akan menggunakan sebagian dari dana efisiensi tersebut untuk membiayai makan bergizi gratis. Dia menyebut dana efisiensi yang digunakan untuk makan bergizi gratis (MBG) mencapai US$ 24 miliar.
“(US$) 24 (miliar) terpaksa saya pakai. Untuk apa? Untuk makan bergizi. Rakyat kita, anak-anak kita tidak boleh kelaparan. Kalau ada anak orang kaya yang sudah kenyang yang sudah makan enak tidak apa-apa,” ucap dia.
Jika dirupiahkan, angka untuk program MBG tersebut sebesar Rp 390,24 triliun. Saat ini, program MBG yang dianggarkan melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai Rp 71 triliun. Tetapi, angka ini akan ditambah Rp 100 triliun untuk menambah sebarannya.
Sementara itu, sisa anggaran efisiensi mencapai US$ 20 miliar. Prabowo menyebut anggaran itu akan digunakan untuk investasi yang diurusi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
“Miliar dolar sisa tidak akan kita pakai. Dan ini akan kita serahkan ke Danantara untuk diinvestasikan,” ucap dia.

