60 Blok Migas akan Ditawarkan kepada Investor hingga 2028
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan lebih dari 60 blok minyak dan gas bumi (migas) untuk ditawarkan kepada investor hingga tahun 2028. Enam blok di antaranya siap ditawarkan di tahun 2024.
Bahlil mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan lifting migas nasional. Sebab, hal itu menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan swasembada energi yang menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Strategi ini seperti main bola, ada periode bertahan, ada menyerang. Bertahan adalah mengoptimalkan sumur-sumur terumasuk sumur idle yang ada dengan teknologi dan menyelesaikan Plan of Development (POD). Sementara, menyerang adalah kita harus melakukan eksplorasi," ungkap Bahlil, Jakarta, Sabtu (14/12/2024).
Baca Juga
Rusia dan Iran Terancam Sanksi Lebih Ketat, Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Tiga Minggu
Upaya Menuju 1,5 Juta Bph
Menurut Bahlil, kontribusi pelaksaaan reaktivasi sumur-sumur idle diharapkan mampu mengembalikan kondisi produksi migas Indonesia hingga di atas 1,5 juta barel per hari. Hal ini sebagaimana pernah terjadi tahun 1997.
Dengan begitu, kesenjangan antara kebutuhan dan produksi migas dalam negeri saat ini dapat diperbaiki. Apalagi, kebutuhan konsumsi migas Indonesia rata-rata sudah 1,6 juta barel per hari.
"Jadi kondisi tahun 1997 terbalik dengan kondisi sekarang. Kalau dulu kita ekspor satu juta barel per hari, sekarang kita impor satu juta barel per hari," sebut pria yang juga menjabat ketua umum Partai Golkar tersebut.
Di sisi lain, Bahlil optimistis pemerintah mampu memasifkan penggunaan Biodiesel dan konversi kendaraan bermotor dari energi fosil ke kendaraan berbasis listrik. Hal ini sebagai langkah taktis menekan impor BBM dan mewujudkan swasembada energi.
"Kita sudah memasuki campuran biodiesel sebesar 40% (B40), 2026 kita sudah masuk ke B50. Arahan Bapak Presiden (Prabowo) kepada saya, segera mencapai B60 dan B70," kata Bahlil.
Baca Juga
Harga Emas Anjlok Lebih dari 1%, Tapi Catat Kenaikan dalam Sepekan
Berdasarkan data Kementerian ESDM, sektor transportasi telah menyumbang paling besar untuk konsumsi BBM nasional sebesar 49%. Berikutnya, sektor industri 34%, sebesar 8% sektor ketenagalistrikan, dan sektor aviasi atau penerbangan menyumbang 6%.

