Pemerintah Tahan Sementara Anggaran untuk Infrastruktur Sesuai Arahan Presiden Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan, dana atau anggaran untuk pembangunan infrastruktur besar ditahan terlebih dahulu, berdasarkan instruksi/arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan program Astacita yang fokus pada ketahanan pangan.
“Semua dana infrastruktur sementara ditahan dulu oleh Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) sesuai arahan Pak Presiden,'' kata Menteri Dody saat ditemui di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (18/11/2024).
Namun demikian, ia belum bisa merinci seberapa besar anggaran infrastruktur penyokong ketahanan pangan yang harus ditunda pencairannya, seperti pembangunan bendungan hingga daerah irigasi (DI) karena masih akan didiskusikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait.
''Alokasi (anggaran PU) terbesar ya (sektor) ketahanan pangan. Kebanyakan berhubungan dengan bendungan, irigasi dan seterusnya,'' beber Dody.
Menurut Dody, pemerintah rencananya akan menggenjot pembangunan 12 unit bendungan tambahan bila sudah ada alokasi anggaran yang pasti dari Kemenkeu. Sebelumnya di era Kepresidenan Joko Widodo telah dibangun sekitar 247 unit bendungan. ''259 (bendungan) itu termasuk tahun 2025-2026,'' ujar dia.
Sebelum adanya arahan dari Presiden Prabowo soal anggaran infrastruktur ini, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) akan fokus di program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian sejumlah 2,3 juta hektare (ha), yang akan difokuskan di 12 Provinsi untuk mendukung swasembada pangan.
“Kita bergerak cepat, kolaborasi, membentuk tim. Strategi kita adalah intensifikasi dan ekstensifikasi. Eksensifikasi ada dua, oplah (optimalisasi lahan) dan cetak sawah luasnya 1,3 juta hektare. Kemudian, intensifikasi adalah 1 juta hektare, total 2,3 juta hektare. Ini kita akan kerjakan bersama,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2024).
Mentan Amran turut menjelaskan pembagian tugas yang akan dikerjakan masing-masing Kementerian Kabinet Merah Putih itu.
“Pembagian tugas tim pekerja di lapangan, kami (Kementan) bertanggung jawab pada sarana produksi padi, alat mesin pertanian, optimalisasi lahan, dan cetak sawah. Kemudian, Pak Menteri PU itu tanggul, irigasi, pompa air, dan pintu air,” terang dia.

