Bank DBS Indonesia Ungkap Pertumbuhan Investasi di Indonesia Terbilang Sangat Cepat, Ini Buktinya!
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank DBS Indonesia menilai pertumbuhan investasi di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengungkapkan, pertumbuhan investasi di Tanah Air terbilang sangat cepat.
Menurut Djoko, produk-produk investasi saat ini lebih beragam, berbeda dengan zaman sebelumnya di mana hanya ada deposito, tabungan, dan saham.
"Nah, tapi berbeda dengan kondisi sekarang, kondisi sekarang itu produk ini bermacam-macam. Dan kita sekarang tidak hanya deposito, tidak hanya tabungan, tidak hanya mengenal saham, tapi kita juga mengenal yang namanya obligasi. Belum lagi produk-produk lain yang saat ini mungkin kalau di orang perbankan masih belum ada. Misalnya, kripto seperti itu kan masih belum ada, tapi saya yakin banyak masyarakat yang sudah mengenal kripto atau bahkan sudah membeli kripto. Jadi pertumbuhan untuk investasi Indonesia itu bisa dibilang cepat sekali," ujar Djoko dalam acara Peresmian Kerja Sama Bank DBS Indonesia dan Moduit di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga
Perluas Akses Obligasi Sekunder Berbasis API, Bank DBS Indonesia Resmikan Kerja Sama dengan Moduit
Djoko menjelaskan, berdasarkan data, jumlah investor pasar modal Indonesia per Agustus 2024 mencapai 13,45 juta. Terkait hal ini, Djoko pun meyakini jumlah tersebut tidak lama lagi akan menyentuh 14 juta.
"Dan saya yakin tidak lama lagi pasti kita akan bisa menyentuh angka 14 juta. Karena kita di tahun 2023 kalau tidak salah angka kita masih disekitar 12 jutaan. Jadi, pertumbuhannya lumayan pesat," ungkap Djoko.
Lebih lanjut, saat disinggung penyebab atau alasan orang-orang tertarik untuk berinvestasi, Djoko pun membeberkan bahwa hal ini salah satunya adalah tidak terlepas dari keberhasilan program edukasi. Di mana, program edukasi ini merupakan kerja sama baik oleh pemerintah maupun oleh para industri keuangan.
"Kita saat ini, bahkan kami di DBS sebagai contoh, kami juga banyak melakukan event-event. Di mana sifatnya memberikan edukasi mengenai apa itu investasi, dan apa pun produknya, kita tidak membatasi harus obligasi, saham, tapi kita berikan tips-tips mengenai apa itu investasi," jelas Djoko.
Sebagai tambahan informasi, berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, 27% masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya. Studi yang sama mencatat 41% masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi online untuk mengakses layanan finansial, sehingga menunjukkan pentingnya integrasi antara investasi dan teknologi.
Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi, saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4%.

