Anggito Abimanyu Gabung ke Kabinet Prabowo, Siap Bantu Menkeu Genjot Penerimaan Negara
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom sekaligus mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mendatangi kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara No. 4 Jakarta Selatan pada sore Selasa (15/10/2024).
Seperti diketahui, Prabowo diketahui memanggil sejumlah tokoh yang akan menduduki kursi di kabinet pemerintahannya, khususnya untuk jabatan wakil menteri. Anggito datang bersama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dan Thomas Jiwandono.
Anggito mengungkapkan dirinya bersama dengan Suahasil dan Thomas diminta Prabowo untuk membantu tugas Menteri Keuangan (Menkeu) pada pemerintahannya mendatang. Adapun, kursi Menkeu pada pemerintahan Prabowo kemungkinan besar akan kembali ditempati oleh Sri Mulyani Indrawati yang sudah datang ke Jalan Kertanegara No. 4 pada Senin (14/10/2024).
“Jadi kami 3in1, bertugas membantu kelancaran tugas Menkeu, salah satunya optimalisasi penerimaan negara,” ujarnya kepada awak media usai bertemu dengan Prabowo.
Baca Juga
Anggito menyebut tugas yang akan diembannya di pemerintahan selanjutnya terbilang berat dan cakupannya luas. Prabowo menugaskan dirinya bersama Suahasil dan Thomas untuk meningkatkan penerimaan negara dalam waktu segera.
Prabowo juga menyinggung bahwa rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) harus ditingkatkan dan tak kalah dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Anggito bersama dua Wamenkeu lainnya harus mengupayakan agar rasio pajak terhadap PDB Indonesia bisa seperti Kamboja di level 18%.
"Tanggung jawabnya untuk tidak hanya menjaga stabilitas tetapi juga untuk bisa menggerakkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Walaupun demikian, pria yang menjabat sebagai Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengaku Prabowo tidak membahas kenaikan persentase Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun depan. Kemudian, tidak juga ada pembahasan terkait rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara pada pemerintahan mendatang.
“Tidak, itu (pembentukan Badan Penerimaan Negara) semua masih dibicarakan di internal dulu. Jadi, nanti dibicarakan di internal supaya digodok strategi apa yang paling baik. Tujuannya bukan lembaga atau apapun, yang penting adalah kebijakan strategi untuk mencapai optimalisasi penerimaan," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa dirinya akan bekerja bersama Anggito dan Suahasil untuk membantu menkeu pada pemerintahan Prabowo.
Baca Juga
Wamenkeu II Serahkan Kenaikan PPN 12% ke Pemerintahan Prabowo Subianto
“Jadi kami ini trio diberi tugas untuk membantu tugas menkeu. Tadi pesannya sudah cukup banyak, salah satunya adalah optimalisasi penerimaan negara,” kata pria yang merupakan keponakan Prabowo itu.
Sementara itu, Suahasil mengungkapkan bahwa ketiga wamenkeu nanti akan bertugas menjaga keuangan negara serta mendorong pembangunan pada pemerintahan Prabowo.
“Serta menciptakan investasi dan sektor-sektor ekonomi," imbuhnya.

