Bahlil Ungkap Prabowo Larang Keras Monopoli Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa salah satu perintah dari Presdien Terpilih Prabowo Subianto adalah tidak boleh ada monopoli ekonomi.
Prabowo sejatinya memiliki target untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional hingga ke angka 8%. Namun begitu, menurutnya adalah hal yang penting juga untuk menciptakan pemerataan pertumbuhan.
“Gak boleh monopoli ekonomi. Itu perintah Bapak Prabowo. Pertumbuhan ekonomi penting 8%, tapi jauh lebih penting juga adalah bagaimana pemerataan pertumbuhan,” kata Bahlil dalam acara Repnas National Conference, Senin (14/10/2024).
Baca Juga
Bahlil mengungkapkan bahwa Prabowo memiliki tujuan untuk membesarkan pengusaha-pengusaha yang ada di daerah maupun di pusat. Oleh karena itu, sebagai Menteri ESDM saat ini, dia tidak ingin peluang usaha di daerah hanya dimainkan oleh para pengusaha besar.
“Saya tidak ingin ke depan perusahaan-perusahaan yang masuk ke daerah-daerah, baik dari sektor minyak maupun sektor lain, pengusaha daerahnya ditinggalkan. Saya gak mau. Saya ingin investasi masuk ke daerah, harus juga mengandung teman-teman daerah untuk menjadi pemain,” tegas Bahlil.
Menurut Bahlil, hal ini penting untuk mewujudkan amanat UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 yang berbunyi, ‘Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.’
Baca Juga
Dipimpin Jokowi, 15.000 Personel Polri Ikuti Apel Pengamanan Pelantikan Prabowo-Gibran
“Kalau akumulasinya yang dikuasai oleh satu kelompok tertentu, kita bertentangan dengan Pasal 33. Itu amanat undang-undang. Jadi gak bisa kita lari dari sana,” ujar Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Bahlil memandang, untuk mewujudkan target-target tersebut Prabowo sangat membutuhkan bantuan dari para menteri-menterinya nanti di kabinet. Menurutnya, dibutuhkan menteri yang memiliki hati dan mengutamakan kesejahteraan rakyat.
“Kita tunggu tanggal mainnya. Insyaallah kalau menteri-menterinya bagus-bagus, yang punya hati untuk Republik dan untuk rakyat, saya yakin ke depan Indonesia akan jauh lebih baik,” ucap Bahlil.

