Ytd Terapresiasi 0,15%, Kurs Rupiah Menguat ke Rp 15.418/USD Kamis
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis (05/9/2024) pagi, ke level Rp 15.418/USD. Hal ini seiring pelemahan indeks dolar AS.
Nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback tercatat menguat 52 poin atau 0,34% ke level Rp 15.418/USD pada pukul 9.09 WIB. Merujuk data RTI, rupiah sudah terapresiasi 0,15% secara year to date.
“Berdasarkan catatan kami, rupiah kemarin juga terapresiasi 50 poin atau 0,32%, ke level Rp 15.475/USD. Pasar memperkirakan akan tercapainya kondisi soft landing di AS setelah data tenaga kerja JOLTS Juli turun ke level terendah dalam 3,5 tahun, yaitu di 7,67 juta,” kata analis pasar keuangan Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Lagi, Dibanderol Rp 1.409.000 per Gram
Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar juga menanti berbagai rilis data tenaga kerja di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu, pada akhir pekan ini. Probabilitas pemangkasan suku bunga Fed Funds Rate pada FOMC September 2024 sebesar 50 bps berada di probabilitas 44%, naik dari hari sebelumnya di probabilitas 30%.
“Sedangkan probabilitas pemangkasan FFR 25 bps tersisa 56%. Hari ini, pelaku pasar mencermati ramainya rilis data ekonomi AS seperti klaim pengangguran mingguan, NFP (Non-Farm Payroll), PMI Jasa, dan PMI Non-Manufaktur ISM,” ujar Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Baca Juga
Di Asia, aktivitas sektor jasa di Tiongkok kembali memicu kekhawatiran mengenai pemulihan ekonomi. Pasalnya, rilis data Caixin General Services PMI Tiongkok turun ke level 51,6 di bulan Agustus 2024, dari level 52,1 di bulan sebelumnya.
Angka itu juga lebih rendah dari ramalan pasar yang berada di level 52,2. Hal ini disebabkan melambatnya pertumbuhan permintaan baru dan pengurangan jumlah pekerja di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu.

