Pemberantasan Barang Impor Ilegal Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 8%
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebutkan pemberantasan barang impor ilegal menjadi salah satu langkah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 8%.
“Kalau ini kita tidak bereskan tentu tidak mudah mencapai 8% itu,” ucap Mendag Zulhas saat konferensi pers pemberantasan barang impor di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Selasa (6/8/2024).
Oleh sebab itu, Ketua Umum PAN ini mengajak seluruh pihak untuk memperhatikan maraknya barang impor ilegal yang membanjiri pasar di dalam negeri. Pasalnya, jika tidak, hal tersebut akan mematikan industri dan pelaku usaha di Tanah Air.
Baca Juga
“Tapi kalau ini kita bereskan industri kita akan tumbuh, pusat-pusat perdagangan kita akan tumbuh, UMKM kita juga akan tumbuh. Saya kira demikian, saya kira kita satu tim, tim itu perlu kerja sama yang kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mendag Zulhas menyebutkan fokus terhadap pemberantasan barang impor ilegal bisa dilakukan terhadap tujuh komoditas yang menjadi prioritas saat ini. Di antaranya adalah tekstil dan produk tekstil, pakaian jadi, alas kaki, keramik, elektronik, dan kosmetik.
“Kita meminta seluruh pihak untuk bekerja sama agar ini bisa kita tertibkan, sehingga sekali lagi keluhan yang bertubi-tubi datang kepada kami, kementerian perindustrian,” terang Mendag Zulhas.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II 2024 5,05%, Menkeu: Jaga Momentum
“Banyak industri tekstil pakaian jadi, alas kaki, keramik, kosmetik, elektronik itu terancam gulung tikar, karena yang kami temukan di lapangan ini nampaknya sudah mulai melanggar, tapi kok jadi gejala umum,” tandasnya.

