JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2024 sebesar 5,05% secara tahunan. Capaian ini turun dibanding kuartal I sebesar 5,11% year on year.


Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 ditopang oleh seluruh lapangan usaha. Lima lapangan usaha yang menjadi penyokong utama ekonomi RI pada kuartal II adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

"Lima sektor (terbesar) yang menyokong ekonomi pada kuartal II-2024 yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Distribusi PDB (produk domestik bruto) ke lima lapangan usaha tersebut sekitar 63,7%,” katanya di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/8/2024).

Baca Juga

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II 2024 Capai 5,05%



Distribusi Terbesar ke Industri Pengolahan
Distribusi PDB ke lapangan usaha industri pengolahan terbesar, yakni 18,52%, dengan pertumbuhannya mencapai 3,95%.  Berikutnya lapangan usaha pertanian sebesar 13,78%, dengan pertumbuhan 3,25%.

Selanjutnya, sektor perdagangan sebesar 12,99% dengan pertumbuhan 4,86%, konstruksi sebesar 9,63% dengan pertumbuhan 7,29%, serta pertambangan sebesar 8,78% dengan pertumbuhan 3,17%.

Baca Juga

Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II 2024 Melambat di Kisaran 4,97% - 5,01%


Pertumbuhan Akomodasi dan Makan Minum Tertinggi
Pada kuartal II-2024, sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, serta jasa lainnya. “Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh tinggi sebesar 10,17% secara tahunan, ditopang oleh adanya acara berskala nasional dan internasional,” kata dia.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 9,56% secara tahunan. Sektor transportasi dan pergudangan ini ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat, seiring hari besar keagamaan, cuti bersama, dan libur sekolah. Selain itu, ditopang oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

Sedangkan sektor jasa lainnya tumbuh sebesar 8,45% secara tahunan. BPS mencatat sektor ini tumbuh karena peningkatan jumlah kunjungan ke tempat rekreasi.