Airlangga: Ekonomi Indonesia Top 3 di Jajaran Negara G20
JAKARTA, Investortrust.id – Berbagai negara mengapresiasi kondisi perekonomian Indonesia yang mampu mencetak pertumbuhan yang relatif tinggi di tengah eskalasi geopolitik dunia. Bahkan Indonesia merupakan negara top 3 dengan perekonomian tertinggi di antara negara-negara G20.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam kesempatan pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
“Kalau di G20, (ekonomi) kita Top 3. Pertumbuhan (ekonomi) maupun angka inflasi cukup baik, demikian pula cadangan devisa kita US$ 140 miliar. Kemudian, kalau kita lihat semua index, bagus,” ujar Airlangga.
Sejumlah indikator pertumbuhan yang positif yang dimiliki Indonesia yang ia sebut antara lain pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai angka 14%, pertumbuhan dana pihak ketiga di perbankan yang sebesar 8%, hingga naiknya indeks keyakinan konsumen. “Peringkat Indonesia pun Investment Grade,” imbuhnya.
Baca Juga
PMI Manufaktur Turun, Menkeu Bakal Investigasi Sisi Permintaan
Atas kinerja perekonomian yang cukup baik tersebut, Indonesia pun mendapatkan apresiasi dari sejumlah pemimpin negara-negara dunia. Salah satunya Vice Minister International Dept of CPC (Partai Komunis China ) Central Committee HE Mme Sun Haiyan, yang berkunjung ke kantor Kemenko Perekonomian pada Selasa (30/7/2024). Saat itu keduanya membahas sejumlah isu, termasuk undangan kepada Golkar dalam rangka studi makan gratis ke China.
Sejauh ini hubungan perdagangan antara Indonesia dengan China, kata Airlangga, telah mencatatkan total nilai US$ 120 miliar, dan mencatatkan surplus sebesar US$ 2 miliar. Padahal, hampir semua negara yang menjalin hubungan perdagangan dengan China mengalami defisit perdagangan. “Cuma Indonesia yang menang. Karena hilirisasi. Nah, tentu hilirisasi batu bara, kelapa sawit,” tuturnya.
Sebelumnya Airlangga juga sempat menerima kunjungan dari Sekretaris Jenderal Partai Liberal Demokrat (LDP) Jepang Motegi Toshimitsu, yang juga merupakan Menteri Luar Negeri Jepang periode 2019-2021.
Pertemuan yang diselenggarakan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta tersebut membahas berbagai bidang kerja sama, termasuk aksesi Indonesia dalam keanggotaan forum internasional, transisi energi, ekonomi digital, industri otomotif, serta perkembangan geopolitik global.
Baca Juga
Pemerintah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II 2024 Masih di Kisaran 5%
Dalam pertemuan, keduanya membahas kerja sama di bawah Asia Zero Emission Community (AZEC). Pemerintah Indonesia dan Jepang membentuk gugus tugas gabungan (Task Force) untuk implementasi AZEC pada September 2023. Menko Airlangga berharap Pemerintah Jepang dapat terus mendukung implementasi proyek-proyek di bawah Forum ini, yang mencakup kerja sama pembangkit listrik, baik tenaga air, tenaga panas bumi, dan tenaga surya, serta jaringan transmisi listrik.
Medio Juni lalu, Airlangga Hartarto juga berkesempatan melakukan pertemuan khusus dengan Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Federasi RusiaH.E. Dmitry Medvedev yang juga mantan Presiden Rusia 2008-2012 dan mantan Perdana Menteri Rusia 2012-2020, yang berlangsung di kediaman resmi Medvedev di pinggiran kota Moskow (State Residence Gorky 9 Odintsovo, Moscow).
“Rusia mengapresiasi hasil capaian pemilu Indonesia, dan pada saat saya berkunjung dan bertemu dengan Medvedev, Manturov, dan juga dengan kementerian luar negerinya,” kata Airlangga.
Menurutnya, kerja sama perdagangan dengan Rusia dipastikan akan memberikan efek berupa peningkatan devisa.

