Pantau Pangan di Pasar, Bapanas Sebut Harga Daging Ayam dan Cabai Melonjak
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan terdapat sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya adalah daging ayam dan cabai rawit, tetapi stok atau ketersediannya diklaim cukup.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan NFA Rachmi Widiriani setelah melakukan pemantauan pasokan dan harga pangan di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor Jawa Barat.
"Ada beberapa yang cenderung mengalami kenaikan, seperti daging ayam dan cabai rawit, tetapi dipastikan stok komoditas pangan tersebut cukup, distribusinya tidak terganggu,” ucap Rachmi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga
Bapanas: Harga Beras, Cabai, hingga Telur Ayam Merangkak Naik
Dikatakan, komoditas lainnya, seperti beras, bawang, dan daging sapi secara rata-rata relatif aman, dan stabil.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Citeureup tersebut, harga rata-rata bawang merah berada di kisaran Rp 28.000 per kilogram (kg), bawang putih Rp 36.000 per kg, beras medium Rp 12.000 per kg dan telur ayam Rp28.000 per kg, dan daging ayam ras Rp38 hingga 40.000 per kg.
"Salah satu tugas fungsi yang diemban Badan Pangan Nasional ini terkait pemantauan harga. Jadi selain turun langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan, kita juga memantau kondisi harga di seluruh provinsi dan kabupaten/kota melalui panel harga pangan,” ungkapnya.
“Jadi melalui enumerator yang tersebar di seluruh daerah, kita bisa mengetahui setiap hari pergerakan harga sehingga menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan terkait stabilisasi pangan," tegas Rachmi.
Baca Juga
Selain itu, Bapanas juga memastikan kualitas pangan di Pasar Citeureup terbebas dari cemaran zat berbahaya dengan melakukan uji sampel keamanan pangan segar yang dilakukan oleh tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).
"Hasil pemantauan hari ini, kami tidak menemukan kandungan zat berbahaya pada sampel yang kita ambil, zat formalin dan pestisida pada sejumlah bahan pangan yang diuji, Alhamdulillah hasilnya semua negatif, termasuk daging dan ikan," tegas Rachmi.

