Hutama Karya Minta Suntikan Modal Rp 13,86 T untuk Tol Trans Sumatera
JAKARTA, investortrust.id - PT Hutama Karya (Persero) meminta suntikan lewat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp13,86 triliun untuk tahun anggaran 2025 (TA 2025), yang akan digunakan untuk meningkatkan struktur permodalan perseroan dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto memaparkan, PMN sebesar Rp13,86 triliun itu akan digunakan untuk pembangunan ruas Jambi-Rengat dengan investasi sebesar Rp7,6 triliun, ruas Rengat-Junction Pekanbaru sebesar Rp5,8 triliun, dan perencanaan teknis JTTS Tahap III senilai Rp400 miliar.
Baca Juga
Kasus Korupsi di Hutama Karya, KPK Sita 54 Bidang Tanah Senilai Rp 150 Miliar
“Manfaat dari PMN ini adalah untuk meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatera sehingga mampu menurunkan waktu tempuh dan biaya transportasi,” kata Budi dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Sebagai gambaran, Hutama Karya telah menerima PMN dari 2015–2024 sebesar Rp131,1 triliun, yang seluruhnya digunakan untuk JTTS. Dana PMN senilai ratusan triliun tersebut telah terserap sebesar Rp92,4 triliun per Juni 2024. Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini telah dioperasikan sepanjang 800 kilometer (km).
Budi menambahkan, JTTS akan semakin panjang, dan rencananya akan ada penambahan 166 km ruas tol pada Oktober 2024 mendatang. Sehingga total panjangnya akan menjadi 966 km, yang ruas Tahap I ditargetkan selesai pada 2024.
“Penambahan PMN kepada PT Hutama Karya diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan PDRB (produk domestik regional bruto) dan meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatera, serta memberikan kontribusi penerimaan kepada negara,” ujar dia.
Baca Juga
Budi melanjutkan, pelaksanaan pembangunan JTTS sepanjang 2.854 km dibagi menjadi empat tahap. Saat ini, sembilan ruas tol di Tahap I telah beroperasi penuh dan sisanya masih dalam tahap konstruksi.
Sembilan ruas yang telah beroperasi penuh di antaranya adalah Medan-Binjai, Kisaran-Indrapura, Pekanbaru-Dumai, Pekanbaru-Koto Kampar, dan Palembang-Indralaya.
Ruas yang telah beroperasi selanjutnya yakni Taba Penanjung-Bengkulu, Terbanggi Besar-Kayu Agung, Sp Indralaya-Muara Enim, dan Bakauheni-Terbanggi Besar.
Sementara itu, jalan tol Trans Sumatera Tahap I yang baru beroperasi sebagian, di antaranya Sigli-Banda Aceh, Binjai-Pangkalan Brandan, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Pematang Siantar, dan Sicincin-Padang.

