Sudrajad Djiwandono: Saya Lebih Dukung Makan Siang Bergizi daripada IKN, Tapi…
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Sudrajad Djiwandono mengemukakan lebih memilih makan bergizi gratis (MBG), dibandingkan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Pernyataan itu sempat dilontarkan Ekonom dan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini saat sesi wawancara di televisi nasional beberapa bulan lalu. Dia menyebutkan, lebih memilih MBG, karena pelaksanaannya telah diperhitungkan.
“Saya sebagai seorang ekonom nggak bisa bohong dalam hal ini. Saya mengatakan, saya memilih MBG bahwa saya tahu itu bisa dilaksanakan segera, bahkan kita sudah memperhitungkan secara rinci biayanya, siapa yang akan menerima dan seterusnya,” kata Sudrajad saat membuka Mid Year Banking and Economic Outlook yang digelar Infobank, di Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Baca Juga
Sudrajad mengatakan, alasan memilih program MBG, karena dirinya belum mengetahui rincian perencanaan dan pembiayaan IKN. Apalagi akses air bersih belum tersedia di IKN. “Jadi pembiayaannya jelas luar biasa besarnya. Itu sebagai ekonom saya perhatikan itu, akan tetapi, satu kata pun saya tidak pernah mengatakan saya tidak setuju ibu kota baru,” kata dia.
Sudrajad memastikan tak menolak program pembangunan IKN. Menurut dia, pembangunan ibu kota baru yang telah didengar sejak menjabat Menteri Muda Perdagangan di Kabinet Pembangunan V perlu pertimbangan matang. “Dulu sudah ada wacana untuk mendirikan Sentul sebagai pengganti dari Jakarta, saya sendiri pernah mendengar dan saya setuju,” kata dia.
Sudrajad menyebutkan, pemindahan beberapa ibu kota memang lazim dilakukan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Misalnya, Malaysia sukses memindahkan ibukota pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya yang jaraknya hanya beberapa puluh kilometer.
Baca Juga
“Sebaliknya Kamboja mendirikan ibukota, maaf saya susah menyebutkan namanya (Naypyidaw) di tengah hutan yang pada akhirnya nggak ada orang yang mau pindah ke situ. Meskipun sudah dibangun sejumah gedung, orangnya nggak mau pindah, pegawainya saja nggak mau apalagi yang lain. Kita tidak mau dong semacam itu,” kata dia.
Sudrajad menjelaskan, alasannya berhati-hati ketika berpendapat di muka publik. Dirinya tak ingin menganggu proses transisi pemerintahan yang sedang berlangsung. Telebih, anak Sudrajad, yaitu Thomas Djiwandono merupakan Ketua bidang Ekonomi Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran. “Saya tidak mungkin mengacaukan perundingan yang sedang berjalan,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Thomas Djiwandono yang mewakili tim sinkronisasi menyampaikan anggaran program MBG telah mengikuti siklus pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Anggaran program MBG sebesar Rp 71 triliun.
Baca Juga
“Dana senilai Rp 71 triliun buat kami adalah suatu angka yang sangat baik, Menkeu menyatakan kami berkomitmen melakukan program unggulan Pak Prabowo secara bertahap juga dengan prinsip-prinsip belanja yang berkualitas,” kata Thomas, Senin (24/6/2024).
Thomas meminta, masyarakat untuk mengawasi perhitungan anggaran program ini. “Nanti silakan dihitung. Intinya kami komitmen terhadap target yang sudah direncanakan kini dan telah disepakati dengan DPR,” ujar dia.

