Diplomasi Bilateral, Jurus Pemerintah Atasi Hambatan Ekspor Komoditas
JAKARTA, investor.id – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan pihaknya terus melakukan upaya diplomasi bilateral dengan negara tujuan ekspor pinang agar tidak ada lagi yang menghambat ekspor pinang dari Indonesia.
Mendag menjelaskan, kualitas produk pinang Indonesia, khususnya Jambi, cukup tinggi dibandingkan negara lain. Namun saat ini, terdapat hambatan ekspor seperti penerapan Minimum Import Price (MPI) di India, penerapan tarif bea masuk yang tinggi di India, Iran, dan UEA serta belum adanya pengakuan sertifikasi di negara tujuan ekspor.
Baca Juga
Kualitas Udara Jakarta Nomor 7 Terburuk Dunia Minggu Pagi Ini
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat melepas ekspor komoditas unggulan Provinsi Jambi yang berlangsung di Pelabuhan Talang Duku, Provinsi Jambi, Sabtu (23/9/2023).
Salah satu komoditas unggulan Jambi adalah pinang. Indonesia sendiri merupakan produsen terbesar ke-5 di dunia dengan total produksi mencapai 215.000 metrik ton pada 2021.
Baca Juga
Dalam kesempatan itu Zulkifli menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2022 surplus USD 54,5 miliar dan tetap berlanjut pada semester I 2023 sebesar USD 16,5 miliar.
“Sinergi yang kuat antara semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha terus ditingkatkan, sehingga peningkatan kinerja ekspor dan percepatan pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

