BPS Catat Ekspor Indonesia September 2026 Capai US$ 27,59 Miliar atau Naik 11,87%, Ditopang Sektor Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada September 2026 mencapai US$ 27,59 miliar, mengalami kenaikan sebesar 11,87% dibandingkan periode yang sama pada September 2025.
Peningkatan kinerja perdagangan luar negeri ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada sektor ekspor nonmigas, di saat sektor migas justru mengalami penurunan secara tahunan.
"Nilai ekspor migas tercatat sebesar US$ 0,95 miliar atau turun 0,99% secara tahunan. Nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$ 26,64 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 12,39% secara tahunan," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Peningkatan ekspor nonmigas pada September 2026 tersebut didominasi oleh kinerja positif dari sektor industri pengolahan yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 23,27 miliar, atau melonjak 16,78% secara tahunan. Ateng menambahkan bahwa sektor industri memiliki andil terhadap kenaikan total ekspor sebesar 13,56%.
Lonjakan pada sektor industri pengolahan ini didorong oleh peningkatan nilai pengiriman beberapa komoditas unggulan, seperti minyak kelapa sawit, tembaga, nikel, bahan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, serta aluminium.
Baca Juga
BPS: Inflasi Bulanan Oktober 2026 Capai 0,22%, dan 3,23% Secara Tahunan
Pertumbuhan ekspor nonmigas secara tahunan juga didorong oleh lonjakan tajam pada sejumlah komoditas utama. Komoditas lemak dan minyak hewani nabati tercatat melonjak 89,04% secara tahunan dengan memberikan andil 8,47% terhadap kenaikan total ekspor.
Selain itu, ekspor komoditas tembaga dan barang daripadanya mencatatkan kenaikan drastis sebesar 165,97% secara tahunan dengan andil 1,64%, disusul oleh komoditas mesin serta perlengkapan elektrik dan bagiannya yang tumbuh 24,37% secara tahunan dengan andil sebesar 1,61%.
Di sisi lain, penurunan kinerja terjadi pada dua sektor penghasil ekspor lainnya secara tahunan. Ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat sebesar US$ 0,51 miliar atau terkontraksi sebesar 18,14% secara tahunan. Sementara itu, ekspor sektor pertambangan dan lainnya mencapai US$ 2,86 miliar, yang juga mengalami penurunan atau terkontraksi sebesar 9,37% secara tahunan.
Dengan tambahan catatan kinerja bulan September tersebut, secara kumulatif total nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 telah mencapai US$ 221,23 miliar.
Capaian kumulatif ini tumbuh sebesar 5,58% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari keseluruhan nilai tersebut, ekspor migas mengalami penurunan sebesar 9,11% dengan nilai US$ 8,96 miliar, sedangkan ekspor nonmigas tetap mencatatkan tren positif dengan tumbuh 6,3% hingga mencapai nilai total US$ 212,27 miliar.
