Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Sisakan Soal, Pertumbuhan Sektor Pertambangan Masih Kontraksi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 sebesar 5,29% secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 ini masih didominasi oleh lima sektor usaha yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
“Total kelima lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 63,73% dari total PDB Indonesia,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, saat paparan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Edy mengatakan seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan, kecuali sektor pertambangan. Sektor ini masih mengalami kontraksi sebesar -1,64% secara tahunan. Kondisi ini melanjutkan tren kontraksi pada kuartal I-2026 yang sebesar -2,14%.
Baca Juga
Industri pengolahan, dengan porsi sebesar 18,5%, tumbuh sebesar 4,52% secara tahunan. Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 3,8% secara tahunan, perdagangan tumbuh sebesar 6,39% secara tahunan, konstruksi tumbuh 6,68% secara tahunan.
Tiga sektor usaha yang tumbuh tinggi yaitu pengadaan listrik dan gas, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta informasi dan komunikasi. Pengadaan listrik dan gas tumbuh 10,81% secara tahunan didorong oleh peningkatan penjualan listrik untuk hampir seluruh konsumen, utamanya segmen rumah tangga, bisnis, dan industri.
Sementara itu, penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 10,6% secara tahunan didorong oleh peningkatan okupansi hotel dan peningkatan jasa boga sejalan dengan semakin luasnya jangkauan penerima manfaat MBG.
Sektor informasi dan komunikasi tumbuh 6,97% secara tahunan. Sektor ini ditopang pemanfaatan jasa telekomunikasi di berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan lainnya.
