Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Tekanan Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, fundamental ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca perdagangan, hingga sektor perbankan dinilai masih berada dalam kondisi yang terjaga.
Airlangga mengatakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh sekitar 5,1%. Sementara itu, neraca perdagangan secara kumulatif tahun berjalan tetap mencatatkan surplus meski sempat mengalami defisit pada satu bulan terakhir.
"Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kemarin masih baik di sekitar 5,1%. Kemudian kalau kita lihat neraca perdagangan year to date juga masih positif," kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Perekenomian, Jakarta, Jumat (10/9/2026).
Baca Juga
Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Solid, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli
Menurutnya, defisit perdagangan bulanan dipengaruhi lonjakan harga impor bahan bakar minyak (BBM). Di sisi lain, ekspor komoditas utama seperti kelapa sawit, batu bara, dan feronikel masih relatif stabil sehingga pemerintah optimistis kinerja perdagangan tetap terjaga.
"Dari sisi stabilitas harga, inflasi juga masih berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1%. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif untuk menjaga daya saing industri nasional," sambungnya.
Menurut Politisi Partai Golkar itu, salah satu kebijakan yang disiapkan adalah pembebasan bea masuk impor bahan baku plastik bagi industri kimia. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan tarif bea masuk nol untuk impor LPG sebagai bahan baku industri petrokimia selama enam bulan.
Baca Juga
Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, Dipimpin Airlangga
Airlangga mengatakan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit perumahan terus disalurkan dengan realisasi yang cukup baik. Kondisi sektor perbankan juga tetap kuat, tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai dua digit serta penyaluran kredit yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Baik World Bank, IMF, maupun OECD masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5%. Jadi relatif semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid," tutup Airlangga.
