Menkeu Tetap Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah-panjang bakal mencapai 8%. Alasannya, mesin ekonomi fiskal dan swasta bekerja makin optimal.
Menurut Purbaya, fondasi ekonomi nasional yang kokoh dengan dukungan reformasi birokrasi fiskal serta meningkatnya peran sektor swasta dan investasi bakal mengakselerasi laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ke depan.
"Ketika global gonjang-ganjing aja kita masih bisa tumbuh 5,61%, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan," kata Menkeu pada acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6/2026).
Baca Juga
Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada 2026
Purbaya mengungkapkan, salah satu mesin pertumbuhan ekonomi yang terus didorong adalah lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Mesin khusus Kemenkeu itu dapat menjadi salah satu motor penggerak ekspor.
"Di Kemenkeu ada LPEI yang punya program pembiayaan kawasan ekonomi untuk UKM eksportir, kita menawarkan suku bunga maksimal 6% per tahun, bahkan 4% jika diperlukan demi pertumbuhan," ucap dia.
Pertumbuhan ekonomi, kata Menkeu Purbaya, dapat dipercepat secara bertahap, dimulai dengan membawa laju ekonomi menuju kisaran 6%. Pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat seiring membaiknya iklim investasi, ekspor, dan produktivitas nasional.
Purbaya menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 8% tergolong realistis apabila seluruh instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil berjalan selaras. Ini dapat terlihat pada momentum pemulihan ekonomi sejak akhir 2025.
Baca Juga
Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
“Momentum tersebut diperkuat oleh berbagai kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan likuiditas, investasi, konsumsi masyarakat, serta percepatan belanja negara,” papar dia.
Upaya lain Kemenkeu dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi, menurut Purbaya, adalah reformasi fiskal, khususnya di bidang perpajakan dan kepabeanan. Langkah ini akan memperkuat penerimaan negara, sekaligus menciptakan ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung pembangunan.
