Gagal ke Piala Dunia 2026, Italia Justru Pertahankan Gattuso dan Buffon
Poin Penting
|
ZENICA, investortrust.id – Presiden Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina menegaskan tidak akan mengambil langkah mundur, meski Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Bahkan, dia meminta Gennaro Gattuso dan Gianluigi Buffon tetap menjadi bagian dari staf tim nasional.
Gravina hadir langsung di stadion bersama Presiden Komite Olimpiade Italia dan Presiden UEFA saat Italia tersingkir dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti di babak play-off. Ini kegagalan ketiga beruntun Gli Azzurri setelah 2018 dan 2022.
Dalam pertandingan tersebut, Italia sempat unggul lewat gol Moise Kean. Sayang, kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni pada menit ke-41 mengubah jalannya laga. Bosnia memanfaatkan situasi itu untuk menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic, sebelum akhirnya menang di babak tos-tosan.
Baca Juga
Kisah Edin Dzeko Antarkan Bosnia-Herzegovina ke Piala Dunia 2026 dengan Pundak Cedera
Italia sebenarnya mampu bertahan hingga perpanjangan waktu dan bahkan sempat menciptakan peluang. Tapi, kegagalan Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante dalam adu penalti memastikan langkah Gli Azzurri terhenti.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/FabrizioRomano/status/2039110187223490570?ref_src=twsrc%5Etfw
Gravina mengakui hasil tersebut menyakitkan, tapi tetap memberikan apresiasi kepada tim. “Kondisi mental kami cukup jelas, terutama melihat bagaimana hasil pertandingan ini terjadi,” ujar Gravina dalam konferensi pers, dilansir Football Italia.
“Izinkan saya memuji para pemain, yang berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak dari Anda mungkin tidak sepenuhnya merasakan atmosfer yang telah tercipta akhir-akhir ini,” tambah Gravina.
Gravina juga menegaskan dukungannya kepada Gattuso dan Buffon untuk melanjutkan proyek tim nasional. “Kami ingin memberikan kebahagiaan kepada para suporter, dan saya ingin memuji Rino Gattuso. Dia pelatih hebat, dan saya memintanya tetap bertahan bersama Gigi Buffon untuk menangani tim ini,” lanjutnya.
Gravina bahkan menyebut momen kebersamaan di ruang ganti sebagai hal yang luar biasa. “Anda melewatkan momen kebersamaan yang luar biasa di ruang ganti. Para pemain tampil heroik dalam situasi sulit. Setelah itu, tentu akan ada evaluasi yang harus dilakukan,” katanya.
Terkait tuntutan mundur yang mulai bermunculan, Gravina memilih menunggu proses internal FIGC. “Ada Dewan Federasi, dan saya sudah memutuskan untuk menggelar pertemuan pekan depan. Di situlah evaluasi akan dilakukan. Saya paham ada yang meminta saya mundur, tetapi ada mekanisme yang tepat untuk itu,” bebernya.
“Pekan depan kami akan melakukan refleksi lebih mendalam. FIGC harus menentukan arah dalam membangun tim ke depan, dengan sumber daya yang ada di kompetisi domestik,” tutup Gravina.
Baca Juga

