Posting Foto Penguasa Dubai, Sardar Azmoun Dicoret dari Timnas Iran, Dilabeli Pengkhianat, dan Asetnya Disita
Poin Penting
|
TEHERAN, investortrust.id – Otoritas Iran meningkatkan tekanan terhadap tokoh publik yang dianggap berseberangan dengan pemerintah. Lewat langkah hukum, sejumlah aset milik figur diaspora disita dengan tuduhan berkolaborasi dengan musuh-musuh negara, salah satunya Sardar Azmoun.
Sardar Azmoun bukan sosok asing di lapangan hijau. Striker berusia 31 tahun itu dianggap sebagai salah satu talenta berbakat Iran masa kini bersama Mehdi Taremi dan Alireza Jahanbakhsh.
Sejak 2014, Sardar Azmoun sudah membela Team Melli 91 kali dengan memproduksi 57 gol. Dia menjadi bagian generasi emas Iran yang menciptakan sejumlah prestasi. Dia sukses membawa Iran ke semifinal Piala Asia 2019 dan 2023, serta terhenti di perempat final Piala Asia 2015. Lalu, mengantarkan Iran ke Piala Dunia 2018, 2022, dan 2026.
Baca Juga
Syarat Klub Berhak Dapat Ganti Rugi Jika Pemain Cedera di FIFA Matchday
Sardar Azmoun juga menjadi pemain Iran yang berkelana ke banyak klub Eropa. Setelah lulus dari klub lokal Sepahan, dia membela Zenit St Petersburg di Rusia. Sempat bermain untuk klub Rusia lainnya, FC Rostov dan Rubin Kazan, dia kembali ke Zenit sebelum hijrah ke Bundesliga bersama Bayer Leverkusen.
Sempat dipinjamkan ke AS Roma di Serie A, Sardar Azmoun sekarang tercatat bermain di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), bersama Shabab Al Ahli. Di Dubai, dia menjuarai Liga UEA, Piala Presiden UEA, hingga Piala Super UEA.
Namun, kontribusi Sardar Azmoun tehadap negara tampaknya kurang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Iran. Gara-gara memasang foto penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid, dan menunjukkan simpati pada kota yang diserang negaranya, Sardar Azmoun dicoret dari tim nasional.
Sardar Azmoun tidak terlihat saat Iran menjalani FIFA Matchday melawan Nigeria di Turkiye, Jumat (27/3/2026), dan tidak masuk skuad menghadapi Kosta Rika, Selasa (31/3/2026). Dia juga terancam tidak diajak ke Piala Dunia 2026 jika Iran memutuskan berangkat ke Amerika Utara.
Laporan CNN, Iran International, BBC Persian, hingga Financial Times menyebut Pemerintah Iran menganggap Sardar Azmoun tidak loyal. Bahkan, dia mendapatkan label pengkhianat. Sebab, ini bukan kali pertama Sardar Azmoun menuai kontroversi. Saat kasus Masha Amini meledak, dia juga menunjukkan dukungannya pada demonstran.
Sardar Azmoun tidak sendiri. Selain dirinya, penyanyi pop Mohsen Yeganeh juga masuk daftar hitam itu bersama sejumlah figur lain yang dinilai menyuarakan kritik terhadap pemerintah atau menunjukkan sikap yang dianggap berpihak ke luar negeri.
Tak hanya itu, aset milik akademisi Iran di pengasingan Ali Sharifi Zarchi juga ikut disita. Dia dikenal vokal mengkritik pemerintahan Iran dan menyerukan perubahan rezim. Langkah serupa juga menyasar wasit internasional berlabel FIFA, Alireza Faghani, serta aktor Borzou Arjmand.
Baca Juga
Kabar Buruk untuk Mikel Arteta, Noni Madueke Cedera di FIFA Matchday

