Liverpool Kecam Komentar Rasial Kepada Ibrahima Konate
Poin Penting
|
LIVERPOOL, investortrust.id – Liverpool mengecam keras aksi rasisme yang ditujukan kepada pemainnya, Ibrahima Konate, melalui media sosial. Klub menilai tindakan tersebut sebagai sesuatu yang menjijikkan dan tidak bisa ditoleransi.
Ibrahima Konate menuai kontroversi setelah laga Liga Champions yang mempertemukan Liverpool dengan Galatasaray. Penyebabnya, cedera Victor Osimhen yang terjadi setelah berbenturan dengan Ibrahima Konate.
Banyak penggemar Galatasaray yang tidak terima dengan insiden tersebut. Mereka menghujani media sosial dengan kata-kata tidak pantas. Beberapa di antaranya cenderung rasialis dan mengumbar kebencian.
Baca Juga
Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Kepada Penggemarnya
Akibatnya, Liverpool memberikan tanggapan. Dalam pernyataan resminya, Liverpool menegaskan bahwa perilaku rasis bukan hanya tidak dapat diterima, tetapi juga mencerminkan kebencian yang merendahkan martabat manusia. Klub menilai serangan tersebut kerap dilakukan secara pengecut di balik akun anonim.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/brknarsv4/status/2034387343747018973?ref_src=twsrc%5Etfw
Liverpool juga menekankan bahwa para pemain bukanlah target serangan, melainkan individu yang harus dihormati. Menurut mereka, maraknya ujaran kebencian di platform digital telah mencoreng citra sepak bola sekaligus memperlihatkan lemahnya pengawasan dari penyedia layanan media sosial.
Klub mendesak seluruh elemen sepak bola untuk bersatu melawan rasisme secara tegas. Mereka menilai, sekadar pernyataan kecaman tidak lagi cukup tanpa tindakan nyata untuk menghentikan praktik tersebut.
Liverpool turut menyoroti peran perusahaan media sosial yang dinilai belum maksimal dalam menindak konten rasis. Padahal, platform tersebut memiliki teknologi dan sumber daya untuk mencegah penyebaran kebencian, namun sering kali gagal bertindak.
Sebagai langkah lanjutan, Liverpool memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada Konate serta bekerja sama dengan pihak berwenang guna mengidentifikasi pelaku. Klub juga menegaskan bahwa beban penanganan tidak seharusnya terus dibebankan kepada pemain dan klub semata.
Baca Juga

