Kontroversial! CAF Cabut Gelar Piala Afrika 2025 Milik Senegal, Dihibahkan ke Maroko
Poin Penting
|
KAIRO, investortrust.id – Drama panjang final Piala Afrika 2025 akhirnya berujung keputusan kontroversial. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) resmi mencabut status juara dari Senegal dan menghibahkan gelar kepada Maroko.
Kontroversi final Piala Afrika bermula di penghujung laga ketika Brahim Diaz dijatuhkan di kotak penalti. Setelah peninjauan VAR, wasit menunjuk titik putih untuk Maroko. Situasi itu memicu reaksi keras dari kubu Senegal, hingga pelatih Pape Thiaw memerintahkan timnya meninggalkan lapangan.
Setelah sempat tertunda beberapa menit, pertandingan dilanjutkan. Penalti Brahim Diaz gagal. Kemudian, Senegal bangkit dan memenangkan pertandingan final terburuk dalam sejarah Piala Afrika.
Baca Juga
Arsenal Hajar Bayer Leverkusen, Eberechi Eze Tuai Apresiasi Khusus
Atas hasil itu, Maroko melancarkan protes keras ke CAF. Lalu, setelah menjalani sidang, CAF memutuskan mengabulkan protes yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF). Senegal dinyatakan kalah dalam laga final dengan skor 0-3 karena aksi walk-off yang dilakukan sebagai bentuk protes di tengah pertandingan.
"Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Senegal dinyatakan kalah dalam laga final AFCON 2025, dengan hasil pertandingan dicatat 3-0 untuk kemenangan Maroko," bunyi pernyataan CAF.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/CAF_Media/status/2034021397132153218?ref_src=twsrc%5Etfw
Keputusan tersebut sekaligus membatalkan hasil sebelumnya. Saat itu, Senegal sempat dinyatakan menang 1-0 lewat gol Pape Gueye pada laga final yang berlangsung di Rabat. “Banding yang diajukan oleh FRMF dinyatakan sah secara formal dan dikabulkan. Keputusan Komite Disiplin CAF dibatalkan,” lanjut pernyataan itu.
CAF juga menegaskan tindakan Senegal melanggar regulasi turnamen. “Dewan Banding CAF menilai bahwa tindakan tim Senegal termasuk dalam lingkup Pasal 82 dan 84 Regulasi Piala Afrika,” bunyi pernyataan CAF lagi.
Dengan keputusan ini, Maroko resmi dinobatkan sebagai juara. Tapi, keputusan ini menuai kontroversi karena normalnya hukuman tidak mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Keputusan ini juga membuat Senegal berpotensi melancarkan gugatan ke pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss.
Baca Juga
Real Madrid Kalahkan Manchester City di Liga Champions, Vinicius Jr Sesumbar

