Sewa Pesawat, Irak Tegaskan Datang ke Play-off Piala Dunia 2026 di Meksiko
Poin Penting
|
BAGHDAD, investortrust.id – Timnas Irak dipastikan tetap berangkat ke Meksiko pada akhir pekan ini untuk menjalani play-off interzone Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diambil meskipun sebelumnya pelatih Graham Arnold sempat meminta agar pertandingan ditunda.
Arnold sebelumnya mengkhawatirkan masalah perjalanan yang dihadapi para pemainnya akibat konflik di Timur Tengah. Tapi, Ketua Asosiasi Sepak Bola Irak (IFA) Adnan Dirjal menegaskan pertandingan akan tetap digelar sesuai jadwal.
Sebab, Irak dijadwalkan menghadapi pemenang duel antara Bolivia dan Suriname di Monterrey pada 31 Maret. Laga tersebut akan menentukan satu tiket menuju putaran final Piala Dunia yang tahun ini digelar di Amerika Utara.
Baca Juga
Duh! Emil Audero Digelontor Gol Fiorentina, Cremonese Terancam Degradasi
Perjalanan tim menjadi rumit setelah wilayah udara di Timur Tengah terganggu sejak 28 Februari. Ketegangan meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu balasan berupa serangan rudal dan drone di kawasan tersebut, yang membuat sejumlah penerbangan komersial dibatalkan.
Dirjal menjelaskan federasinya telah mengirim surat kepada FIFA untuk menjelaskan kondisi keamanan regional serta kesulitan logistik yang dihadapi tim nasional. Menurutnya, FIFA merespons dengan cukup kooperatif dan membantu mengatasi berbagai kendala perjalanan.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/IraqFootballPod/status/2033635013112058222?ref_src=twsrc%5Etfw
Solusi kemudian diambil IFA dan FIFA. Para pemain Irak dipastikan akan terbang menggunakan pesawat charter. Sementara pemain yang merumput di klub-klub Eropa akan bergabung secara terpisah.
“Kami terus berkomunikasi dengan FIFA dan AFC. Tim akan terbang ke Meksiko menggunakan pesawat pribadi minggu ini, dengan para pemain datang dari Irak, kawasan Teluk, dan Eropa,” ujar Dirjal, dilansir The National News.
Menariknya, Irak sebenarnya berpotensi menggantikan Iran secara otomatis. Sebab, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali sempat menyatakan negaranya tidak akan mengikuti turnamen 48 tim tersebut setelah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat.
Namun, hingga kini, FIFA belum memiliki protokol resmi jika Iran benar-benar mundur dari turnamen. Beberapa skenario pun mulai dibicarakan, termasuk kemungkinan Irak menggantikan posisi negara tetangganya itu dalam undian putaran final.
Uniknya, Dirjal menegaskan fokus utama timnya saat ini adalah mempersiapkan diri menghadapi play-off. “Belum ada keputusan resmi mengenai kemungkinan mundurnya Iran. Kami masih memiliki waktu 17 hari, dan fokus penuh kami adalah mempersiapkan tim serta berjuang untuk lolos ke Piala Dunia,” tegasnya.
Baca Juga
Jamu Bayer Leverkusen di Liga Champions, Arsenal Dalam Proses Ciptakan Sejarah

