Inilah Kalimat yang Diucapkan Gianluigi Donnarumma Sebelum Tepis Penalti Vinicius
Poin Penting
|
MADRID, investortrust.id – Kiper Manchester City Gianluigi Donnarumma kembali menunjukkan reputasinya sebagai spesialis penalti saat menggagalkan eksekusi Vinicius Jr pada laga babak 16 besar Liga Champions di Estadio Santiago Bernabeu, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester City sebenarnya datang dengan status unggulan saat menghadapi Real Madrid. Tapi, tim tamu justru tertinggal 0-3 hingga turun minum setelah tuan rumah tampil sangat efektif di babak pertama.
Pada gol pembuka Madrid, Donnarumma sempat menghindari potensi pelanggaran terhadap Federico Valverde. Akan tetapi, situasi berbeda terjadi di babak kedua ketika Vinicius berhasil lolos ke kotak penalti. Kali ini kiper asal Italia itu mencoba merebut bola, tetapi justru mengenai pergelangan kaki sang penyerang sehingga wasit menunjuk titik putih dan memberinya kartu kuning.
Baca Juga
Pemerintah Iran Isyaratkan Team Melli Mundur Dari Piala Dunia 2026
Beberapa detik kemudian, situasi itu seolah berbalik. Vinicius mengambil ancang-ancang dengan langkah lambat dan penuh percaya diri, tetapi tembakannya berhasil ditepis Donnarumma.
Kiper berusia 27 tahun itu memang dikenal memiliki catatan impresif dalam menghadapi penalti. Dari 61 tendangan penalti yang dihadapinya dalam waktu normal pertandingan, Donnarumma sudah menggagalkan 17 di antaranya.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/FootScopeX/status/2031841806581682415?ref_src=twsrc%5Etfw
Catatan tersebut belum termasuk adu penalti, termasuk saat ia membantu Italia menjuarai Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris di final.
Penyelamatan kali ini juga berpotensi menjaga peluang Manchester City tetap hidup dalam pertandingan, mengingat mereka sudah tertinggal tiga gol dan hampir kebobolan gol keempat dari Real Madrid.
Uniknya, jelang penalti dieksekusi, kamera televisi sempat menangkap Donnarumma mengeluh dalam bahasa Italia dengan kalimat yang sama berulang kali. “Ha fatto il fenomeno,” ucapnya.
Ungkapan tersebut bisa memiliki beberapa makna. Secara harfiah dapat berarti memuji seseorang yang tampil “fenomenal”. Tapi, dalam konteks percakapan sehari-hari sering digunakan secara sarkastik untuk menyindir pemain yang dianggap terlalu banyak pamer aksi, seperti melakukan terlalu banyak trik atau step-over.
Baca Juga
Lanjutkan Kejutan di Liga Champions, Bodo/Glimt Pilih Merendah

