Gemerlap Imlek di Jantung Jakarta, Harmony Lantern Walk Hipnotis Warga di Bundaran HI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wajah ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI) bertransformasi total menjadi panggung visual yang memukau menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Melalui Festival Imlek Jakarta 2026, Pemerintah Provinsi Jakarta berhasil menyulap pusat bisnis ibu kota menjadi ruang publik yang mempertemukan modernitas gedung pencakar langit dengan tradisi luhur Tionghoa.
Sejak matahari terbenam, kawasan pedestrian di sekeliling monumen Selamat Datang mulai dibanjiri warga. Dominasi warna merah menyala dari ribuan ornamen menciptakan atmosfer yang berbeda dari hari biasanya.
Berdasarkan pantauan investortrust.id, Senin (16/2/2026), daya tarik utama yang menjadi magnet kerumunan adalah Harmony Lantern Walk. Instalasi berupa lorong cahaya sepanjang 30 meter ini menawarkan pengalaman imersif bagi pengunjung.
Baca Juga
Libur Panjang Imlek 2026, KAI Layani 622.784 Pelanggan dalam 3 Hari
Harmony Lantern Walk adalah lorong cahaya imersif berbentuk terowongan, dipenuhi lentera bercahaya yang menggantung dan membentuk hamparan sinar hangat di sepanjang jalur. Setiap langkah menghadirkan pengalaman berjalan di dalam cahaya, di antara warna, bayangan, dan sentuhan budaya yang saling berpadu.
Dalam budaya Tionghoa, lampion melambangkan harapan, keberuntungan, kebahagiaan, dan penerang jalan menuju masa depan yang lebih baik. Cahaya yang dipancarkannya dipercaya membawa doa dan harapan, mengusir kegelapan, serta menjadi simbol persatuan dan perayaan kehidupan.
Harmony Lantern Walk merepresentasikan perjalanan dari gelap menuju terang, sebuah metafora tentang harapan yang tumbuh dan keberagaman yang menyatu. Di lorong ini, cahaya menjadi ruang bersama yang merayakan toleransi, kebersamaan, dan semangat kota Jakarta sebagai kota yang hidup oleh perbedaan dan bersinar karena persatuan.
Tak jauh dari lorong lampion, sentuhan detail seperti gantungan amplop angpau di dahan-dahan pohon menambah semarak suasana. Kehadiran ornamen ini memperkuat nuansa perayaan yang otentik.
Lebih lanjut, festival tahun ini juga menonjolkan sisi teknologi melalui Pagoda LED Cahaya Harmoni. Bangunan yang menyerupai pagoda klasik ini memancarkan atraksi lampu yang dinamis.
Selain itu, instalasi 3D Lantern yang menampilkan 12 karakter shio dilengkapi dengan layar digital yang menyajikan prediksi keberuntungan, sebuah interaksi modern yang sangat diminati pengunjung.
Kemeriahan kian memuncak dengan hadirnya seorang penyanyi perempuan yang menyanyikan sejumlah lagu khas Imlek. Berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Februari 2026, festival ini menjadi bukti nyata komitmen Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
Bagi anda yang berencana berkunjung antara pukul 18.00 hingga 21.30 WIB, sangat disarankan untuk memanfaatkan moda transportasi publik seperti MRT Jakarta atau Transjakarta. Pasalnya, animo masyarakat menikmati malam penuh cahaya di jantung Jakarta ini sangat tinggi, tidak hanya sendiri, mereka datang bersama keluarga.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Festival Imlek Jakarta 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026) malam. Pramono mengatakan, perayaan Imlek 2026 di Jakarta memang dirayakan secara meriah seperti peringatan hari besar lainnya. Hal ini, kata dia mencerminkan Jakarta sebagai kota global milik semua golongan dan agama.
"Bagi Pemerintah DKI Jakarta, mengapa acara ini diadakan? Karena sekali lagi, Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, kota bagi siapa pun, dan bagi semua agama-agama yang diakui pemerintah, termasuk tentunya merayakan Imlek yang ada di Jakarta," ujar Pramono.
Baca Juga
Enam Halte Transjakarta Semarak dengan Dekorasi Imlek 2026, Berikut Lokasinya
Perayaan Imlek di Jakarta
Imlek merupakan perayaan Tahun Baru dalam tradisi Tionghoa yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang dan keberagaman budaya Jakarta. Sejak berabad-abad lalu, komunitas Tionghoa turut membentuk wajah kota ini, khususnya di kawasan bersejarah seperti Glodok, Petak Sembilan, dan sekitarnya.
Imlek merupakan perayaan Tahun Baru dalam tradisi Tionghoa yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang dan keberagaman budaya Jakarta. Sejak berabad-abad lalu, komunitas Tionghoa turut membentuk wajah kota ini, khususnya di kawasan bersejarah seperti Glodok, Petak Sembilan, dan sekitarnya.
Di Jakarta, Imlek dirayakan dengan berbagai tradisi penuh makna, seperti pemasangan lampion merah sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan, pertunjukan barongsai dan liong yang melambangkan kekuatan serta penolak bala, hingga doa bersama di vihara untuk memohon kesehatan, keselamatan, dan rezeki di tahun yang baru.
Warna merah dan emas mendominasi suasana perayaan sebagai lambang sukacita dan kemakmuran. Kue keranjang, jeruk mandarin, serta angpao menjadi bagian dari tradisi berbagi harapan baik antar keluarga dan sahabat.
Kini, Imlek di Jakarta tidak hanya dirayakan oleh komunitas Tionghoa, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan lintas budaya. Perayaan ini mencerminkan semangat kota Jakarta sebagai ruang hidup yang merangkul keberagaman, mempererat persaudaraan, dan merayakan harmoni dalam perbedaan.

