Damai! Inilah Alasan UEFA dan Real Madrid Akhiri Konflik Liga Super Eropa
Poin Penting
|
NYON, investortrust.id – UEFA dan Real Madrid akhirnya memilih jalan damai setelah konflik panjang terkait proyek Liga Super Eropa. Kedua pihak mengumumkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mengakhiri sengketa hukum yang sempat memanaskan lanskap sepak bola Eropa.
Real Madrid termasuk satu dari 12 klub elite Eropa yang menggagas pembentukan Liga Super Eropa pada 2021. Namun, proyek tersebut runtuh hanya dalam hitungan hari akibat gelombang penolakan dari suporter, federasi, hingga pemerintah di berbagai negara.
Enam klub asal Liga Premier yang semula terlibat memilih mundur lebih dulu, disusul klub-klub lain. Dalam perkembangannya, Real Madrid dan Barcelona menjadi dua klub terakhir yang masih bertahan mendukung proyek tersebut.
Baca Juga
Mulai Rajin Cetak Gol, Striker Arsenal Viktor Gyokeres Tunjukkan Sinyal Kebangkitan
Barcelona akhirnya menarik diri pekan lalu, membuat Real Madrid sempat menjadi satu-satunya klub yang masih menjaga gagasan itu tetap hidup.
Upaya menghidupkan kembali konsep serupa sempat muncul pada Desember 2024 lewat proposal bertajuk “Unify League” yang dirancang melibatkan 96 klub dalam empat divisi. Namun ide tersebut kembali kandas karena kurangnya dukungan, termasuk penolakan dari kompetisi besar seperti La Liga dan Liga Premier.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/UEFA/status/2021589173665165698?ref_src=twsrc%5Etfw
Akibatnya, Real Madrid sempat menuntut kompensasi kepada UEFA setelah Pengadilan Regional Madrid menolak banding UEFA, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), serta La Liga terkait perkara Super League pada Oktober tahun lalu.
Sekarang, kedua kubu berdamai. Pengumuman bersama itu juga melibatkan European Football Clubs (EFC). Setelah melalui proses dialog selama berbulan-bulan, UEFA dan klub raksasa asal La Liga tersebut sepakat menutup polemik yang berakar dari proyek kompetisi tandingan Liga Champions.
Dalam pernyataan resminya, kedua belah pihak menegaskan bahwa sistem berbasis prestasi olahraga tetap menjadi fondasi utama kompetisi antarklub di Eropa.
“Kesepakatan prinsip ini juga akan menjadi dasar penyelesaian sengketa hukum terkait Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dijalankan dan diimplementasikan,” bunyi pernyataan resmi UEFA, dilansir ESPN.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, perseteruan hukum antara UEFA dan Real Madrid terkait Liga Super Eropa resmi ditutup, sekaligus mengakhiri salah satu episode paling kontroversial dalam sejarah sepak bola modern.
Baca Juga
Catat! Jadwal FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Jumpa St Kitts and Nevis

