Sukses Bajak Karim Benzema, Dari Mana Sumber Dana Al Hilal?
Poin Penting
|
RIYADH, investortrust.id – Keberhasilan Al Hilal merekrut Karim Benzema dari rival domestik, Al Ittihad, memunculkan tanda tanya besar soal kekuatan finansial klub asal Riyadh tersebut. Apalagi, penyerang asal Prancis itu menjadi rekrutan ketujuh Al Hilal pada bursa transfer musim dingin, di tengah sorotan soal keadilan distribusi dana di Liga Profesional Arab Saudi.
Aktivitas agresif Al Hilal di pasar pemain kontras dengan Al Nassr yang relatif pasif. Situasi ini bahkan memantik reaksi dari Cristiano Ronaldo, yang secara terbuka mempertanyakan peran Public Investment Fund (PIF) selaku pemilik empat klub elite Saudi: Al Hilal, Al Nassr, Al Ahli, dan Al Ittihad. CR7 menilai PIF tidak berlaku seimbang dalam mendukung klub-klub tersebut.
Sejak resmi mengakuisisi keempat tim pada Juni 2023, PIF memang menerapkan regulasi internal agar tidak terjadi ketimpangan, terutama dalam urusan transfer pemain.
Baca Juga
Eksodus Pemain Keturunan Dari Eropa Berlanjut, Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/Alhilal_EN/status/2018809849006682260?ref_src=twsrc%5Etfw
Namun, Al Hilal ternyata memiliki sumber daya finansial lain di luar dana konsorsium negara tersebut. Klub berjuluk Al Za’eem itu diketahui kerap mendapat suntikan dana dari Pangeran Al Waleed bin Talal, seorang miliarder Arab Saudi yang dikenal sebagai penggemar fanatik Al Hilal.
Meski tidak masuk dalam struktur manajemen klub maupun PIF, Pangeran Al Waleed bin Talal berstatus sebagai anggota kehormatan sekaligus pemegang kartu emas suporter Al Hilal.
Mengutip laporan media Arab Saudi, Yallakora, Pangeran Al Waleed bin Talal secara rutin memberikan dukungan finansial, mulai dari membantu pembayaran gaji hingga mendanai transfer pemain yang tidak dapat difasilitasi langsung oleh PIF.
Pada 2023, Pangeran Al Waleed bin Talal tercatat ikut menanggung biaya kedatangan Yassine Bounou senilai 21 juta euro dan Renan Lodi sebesar 23 juta euro. Peran serupa kembali terlihat dalam proses pembajakan Karim Benzema dari Al Ittihad.
Pangeran Al Waleed bin Talal sendiri merupakan tokoh bisnis ternama di Timur Tengah. Dia adalah cucu Raja Ibnu Saud, pendiri Arab Saudi modern, sekaligus pendiri Kingdom Holding Company.
Forbes mencatat kekayaan bersihnya mencapai 19,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp327 triliun, yang berasal dari investasi global, termasuk kepemilikan saham di perusahaan media dan teknologi, serta jaringan hotel mewah di Arab Saudi dan Eropa.
Dengan dukungan finansial personal sebesar itu, tak mengherankan jika Al Hilal mampu terus bergerak agresif di bursa transfer, meski regulasi PIF membatasi aliran dana langsung dari negara.
Baca Juga
Daftar Pemain Timnas U-17 Indonesia Lawan China di Laga Uji Coba

