Begini Pandangan World Economic Forum Tentang Olahraga Dunia
Poin Penting
|
DAVOS, investortrust.id – Olahraga kini bukan lagi sekadar soal pertandingan, stadion, dan atlet bintang. Dunia mulai memandang olahraga sebagai sebuah kekuatan ekonomi global yang mampu menggerakkan industri, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Inilah yang disebut sebagai sports economy, yaitu sebuah ekosistem besar yang mencakup kompetisi profesional, olahraga komunitas, industri kebugaran, penyiaran, teknologi olahraga, hingga perlengkapan dan nutrisi atlet.
Menurut laporan terbaru World Economic Forum (WEF), nilai ekonomi olahraga saat ini mencapai sekitar US$2,3 triliun (Rp39.054 triliun) per tahun atau hampir 2% dari total ekonomi dunia. Angka ini diprediksi terus melonjak menjadi US$3,7 triliun (Rp56.850 trilliun)pada 2030 dan bahkan menembus US$8,8 triliun (Rp149.404) pada 2050.
Baca Juga
Kacau! FIFA Tak Jamin Pemegang Tiket Piala Dunia 2026 Dapat Visa Masuk Amerika Serikat
Namun, di balik pertumbuhan pesat tersebut, olahraga juga menghadapi tantangan besar. Aktivitas fisik masyarakat justru terus menurun. Lebih dari sepertiga orang dewasa di dunia tidak lagi memenuhi standar aktivitas fisik yang dianjurkan. Di saat yang sama, perubahan iklim mulai mengganggu kalender pertandingan, merusak infrastruktur olahraga, hingga mengancam kesehatan atlet.
Cuaca ekstrem, polusi udara, dan gelombang panas membuat banyak ajang olahraga terpaksa dijadwal ulang. Fasilitas olahraga di berbagai negara juga menghadapi tekanan besar akibat kerusakan lingkungan.
Karena itu, World Economic Forum (WEF) menekankan, masa depan ekonomi olahraga harus dibangun dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Olahraga tidak hanya dilihat sebagai hiburan dan bisnis, tetapi juga sebagai alat pembangunan sosial.
Ada tiga fokus utama yang disoroti. Pertama, pengelolaan sumber daya olahraga harus lebih ramah lingkungan agar pertumbuhannya tidak merusak alam. Kedua, olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari gaya hidup kota modern, dengan ruang publik dan fasilitas yang mendorong masyarakat tetap aktif. Ketiga, investasi di sektor olahraga harus membawa dampak sosial, mulai dari peningkatan kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat.
Jika dikelola dengan benar, ekonomi olahraga bukan hanya akan mencetak keuntungan finansial, tetapi juga membantu membangun masyarakat yang lebih sehat, kota yang lebih ramah, dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga
Romelu Lukaku Sudah Pulih, Siap Main di Liga Champions Lawan FC Copenhagen?

