Musim 2026, MotoGP Bakal Lakukan Ekspansi Agresif ke Fans Amerika Serikat
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Chief Sporting Officer Dorna Carlos Ezpeleta menyatakan MotoGP akan melakukan ekspansi pemasaran ke Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi global.
Pada 2025, MotoGP resmi diakuisisi Liberty Media, perusahaan Amerika Serikat yang juga menjadi pemegang hak siar Formula 1. Nilai akuisisi tersebut mencapai €4,3 miliar (Rp84,2 triliun).
Masalahnya, data 2024 menunjukkan MotoGP memperoleh pendapatan terbesar dari hak siar seri Eropa dengan kontribusi 83 persen. Asia menyumbang sekitar 9 persen. Sementara Amerika Serikat hanya 4 persen dari hak siar dan 7 persen dari biaya balapan.
Baca Juga
Akhiri Debat, Toprak Razgatlioglu Pilih Gunakan No.7 di MotoGP 2026
Untuk mengejer ketertinggalan itu, Ezpeleta menegaskan MotoGP akan mengambil pendekatan yang lebih mendunia. Hal ini dilakukan karena mayoritas seri MotoGP saat ini masih digelar di Eropa, yakni 14 dari total 22 seri.
"Kami sadar bahwa seri kami lebih banyak berlangsung di Eropa saat ini. Mungkin dua atau tiga musim lagi, kami akan melakukan langkah yang lebih global di masa depan," ujar Ezpeleta, dilansir Financial Times.
Ezpeleta menilai MotoGP masih kurang dalam membangun citra pembalap sebagai produk hiburan yang bisa dipasarkan lebih luas.
"Pembalap kami lebih gladiator daripada atlet lain. Saya pikir ini tentang menceritakan kisah bagaimana superhero datang dalam berbagai bentuk. Orang-orang harus mengenal mereka di luar motor, tanpa helm," ungkap Ezpeleta.
Lewat langkah ekspansi ini, MotoGP diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sponsor tradisional olahraga motor seperti ban, bahan bakar, dan pelumas. Sebab, saat ini, sekitar tiga perempat sponsor MotoGP masih berasal dari sektor tersebut.
Baca Juga
Gagal Total di MotoGP 2025, Francesco Bagnaia Langsung Berbenah Hadapi MotoGP 2026

