Jebol di Menit Terakhir Lawan Atletico Madrid, Inter Milan Kecewa Berat
Poin Penting
|
MADRID, investortrust.id — Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengaku kekalahan dramatis 1-2 dari Atletico Madrid pada laga Liga Champions di Estadio Wanda Metropolitano, Kamis (27/11/2025) dini hari WIB, sangat menyakitkan. Bagi dia, I Nerazzurri layak mendapatkan hasil lebih baik.
Inter Milan datang ke laga ini dengan ambisi bangkit setelah sebelumnya juga takluk 0-1 dari AC Milan di Serie A. Tapi, hasil pahit kembali harus diterima di menit-menit akhir pertandingan.
Atletico Madrid unggul lebih dulu lewat gol Julian Alvarez yang sempat memicu kontroversi karena dugaan handball Alex Baena dalam proses terciptanya gol. Inter Milan kemudian membalas lewat sepakan Piotr Zielinski untuk membuat skor imbang 1-1. Ketika laga tampak akan berakhir seri, Jose Maria Gimenez menanduk bola dari situasi sepak pojok pada menit ke-93 dan memastikan kemenangan tuan rumah.
Baca Juga
Kylian Mbappe Quattrick, Xabi Alonso Apresiasi Setinggi Langit
“Kekalahan ini menyakitkan untuk semua orang, karena ada banyak penyesalan. Kami datang dengan motivasi besar, berharap membawa sesuatu pulang, bukan kembali dengan tangan kosong,” ujar Chivu, dilansir Sky Sport Italia.
Menurut Chivu, Inter Milan sebenarnya tampil cukup baik dan menunjukkan karakter untuk bangkit setelah kebobolan. “Kami memulai dengan bagus, lalu kebobolan. Tapi, kami punya kekuatan untuk bereaksi dengan kualitas dan intensitas. Pada momen tertentu kami sedikit turun karena lawan menekan sangat kuat,” jelasnya.
Chivu menyesalkan beberapa peluang serangan balik yang gagal dimanfaatkan dan lemahnya konsentrasi pada situasi bola mati di penghujung laga. “Pada menit terakhir muncul sepak pojok itu. Kami sudah menempatkan pemain terbaik di kotak penalti untuk duel udara, tetapi tetap saja kami kebobolan,” katanya.
Chivu juga menilai Inter Milan masih bermasalah ketika menghadapi pertandingan besar musim ini. “Tim ini harus tahu bagaimana bereaksi, sadar bahwa mereka kuat. Kami harus lebih konkret, lebih klinis, tidak terlalu fokus pada permainan indah,” tegasnya.
“Kami sudah siap menghadapi tekanan tinggi mereka, tetapi gol pertama tetap terjadi dengan cara itu. Setelah menyamakan kedudukan, kami gagal mempertahankan hasil hingga akhir dan tak mampu memaksimalkan serangan balik untuk menang,” pungkas Chivu.
Baca Juga
Dihajar PSV Eindhoven di Anfield, Liverpool Beberkan Sebabnya
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/Inter/status/1993801493657604596?ref_src=twsrc%5Etfw

